Links

widget

Kamis, 24 Februari 2011

Budaya Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

   Budaya, Di lihat asal katanya, kata “budaya” sudah menggambarkan betapa luasnya cakupan makna yang terkandung di dalamnya. Menurut Prof. Koentjaraningrat, seorang Antropolog kenamaan Indonesia, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta; buddhayah, yaitu bentuk jamak dari kata “buddhi” atau budi dan akal.
Dari asal kata ini, budaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan budi atau akal dan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal dan budi tersebut.
   
  Dengan demikian, budaya atau kebudayaan memiliki makna yang sangat luas dan seolah tidak ada batasnya. Ia mencakup berbagai dimensi kehidupan manusia yang lahir sebagai hasil olah akal dan budi, mulai yang terkecil hingga yang terbesar; mulai dari tata cara makan hingga tata cara mengelola sebuah negara.
  
   Indonesia memiliki banyak sekali kebudayan-kebudayan yang amat sangat beragam, salah satunya wayang. WAYANG adalah salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan. Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

       Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In­dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa­yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per­tunjukan wayang.



      Wayang memiliki jenis-jenis tersendiri diantaranya:
Wayang purwa disebut juga wayang kulit karena terbuat dari kulit lembu. Penyaduran sumber cerita dari Ramayana dan Mahabrata kedalam bahasa jawa kuno dilakukan pada masa pemerintahan raja Jayabaya. Pujangga yang terkenal pada masa itu ialah Empu Sedah ,Empu Panuluh, Empu Kanwa. Sunan Kalijaga salah seorang walisanga (Demak, abad XV) adalah orang yang pertama kali menciptakan wayang dari kulit lembu. Selain kulit lembu ada juga yang menggunakan kulit kerbau bahkan disuatu daerah ada yang menggunakan dengan kulit manusia.

Wayang Golek, Banyak orang yang menyebut wayang tengul. Wayang ini terbuat dari kayu dan diberi baju seperti layaknya manusia. Sumbernya diambil dari sejarah ,misalnya cerita Untung Surapati, Batavia Sultan Agung, Trunajaya dan lain-lain. Wayang golek tidak menggunakan kelir\layar seperti wayang kulit.

    Wayang merupakan salah satu unsur jati diri bangsa Indonesia dan mampu membangkitkan rasa solidaritas menuju persatuan. Wayang mempunyai peran yang bermakna dalam kehidupan dan pembangunan budaya khususnya guna membentuk watak bangsa. Oleh karena itu usaha untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian wayang harus terus menerus ditingkatkan

        






Sabtu, 20 November 2010

"Budaya Barat VS Budaya Timur"

Budaya barat/Western culture adalah kebudayan yang dikembangkan oleh negara Eropa Barat dan bukan oleh negara-negara di bagian Eropa lainnya. Western Culture memiliki 3 ciri dominan yaitu:
1. "Penghargaan terhadap Martabat manusia"
2. "Kebebasan/Freedom"
3. "Penciptaan dan Pemanfaatan teknologi"

Budaya Timur/ Eastern Culture adalah kebudayaan yang muncul dari negara-negara yang pernah dijajah oleh bangsa eropa barat. Eastern Culture memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Menjunjung Tinggi Harga Diri dan Nilai-Nilai Kerohanian/Agama
2. Menjunjung Tinggi Sopan Santun, Keramahan dan AdatIstiadat
3. Memiliki Konsep Kebersamaan / Gotong Royong

Dari ciri-ciri antar kebudayan barat dengan kebudayaan timur terdapat perbedaan yang sangat menonjol, dimana  budaya barat yang menganut kebebasan dalam arti bebas menentukan sikap dan cara hidup sesuai kemamuan orang tersebut sedangkan budaya timur  yang menjunjung tinggi adatistiadat dan nilai-nilai agama yang memberikan batasan seseorang dalam besikap dan menentukan cara hidup.
Tetapi kini budaya timur mulai pudar karena dampak globalisasi dan modernisasi oleh kebudayan-kebudayaan asing/kebudaya barat. Walaupun Globalisasi dan Modernisasi membawa pengaruh positif dalam perkembangan teknologi tetapi juga membawa dampak negatif yaitu runtuhnya nilai-nilai moral dan agama.

Oleh sebab itu kita harus bisa memilah-milah kebudayaan barat, apabila kebudayaan itu membangun dan bermanfaat maka ambilah dan apa bila budaya barat tersebut hanya menghancurkan moral dan nilai-nilai keagamaan maka tolak/tidak mengambilnya, karena kita warga indonesia/penganut budaya timur menjunjung tinggi nilai-nilai moral, keagamaan dan kesopanan.

Selasa, 26 Oktober 2010

Tugas Bulan Oktober MABA

Saya akan membahas tentang library.gunadarma.ac.id
library.gunadarma.ac.id adalah salah satu dari banyak layanan pendukung yang dimiliki oleh universitas Gunadarma, yang bisa digunakan seluruh mahasiwa dan pengajar UG untuk menambah ilmu dengan berbagai pilihan pustaka dari mulai buku literatur baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, majalah, jurnal ilmiah serta buku ilmu pengetahuan lainnya.


Di dalam situs ini terdapat beberapa pilihan menu seperti
Penelusuran Katalog
Penelusuran Penulisan
Data Pemimjaman Buku
Koleksi Buku Terbaru
Usulan Buku
Informasi Bebas Perpus

Kelebihan dari web ini adalah seluruh mahasiswa bisa melihat koleksi buku-buku terbaru yang dimiliki perpustakan UG dan dapat meminjam buku tanpa harus datang langsung ke perputakaan UG dengan cara login langsung ke website tersebut dan membuat pengajuan peminjaman. Kekurangannya adalah proses dalam pengajuan peminjaman terkadang mengalami delay.

Bila anda penasaran dengan website ini silahkan Click Disini.

Kamis, 23 September 2010

Penyalahgunaan Narkoba dikalangan Pelajar

      Masa remaja adalah masa perubahan dimana seorang anak-anak akan manjadi orang dewasa, tetapi dengan suatu pola pikir yang belum matang. Seorang remaja memiliki rasa ingin tahu dan ingin mencoba yang sangat kuat tentang hal-hal baru.
       Seperti kita ketahui bahwa para Remaja sudah mulai menggunakan obat-obatan terlarang seperti narkoba. Dari hasil penelitian Penyuluh Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  dengan Puslitkes Universitas Indonesia tahun 2006 hingga 2007, dari 3,2 juta pengguna narkoba di Indonesia, 1,1 juta di antaranya pelajar dan Mahasiswa. [ Sumber: http://www.surya.co.id/2009/04/27/bnn-sebagian-besar-pengguna-narkoba-pelajar.html]. 
   Penyebab seorang remaja manggunakan narkoba :
      -Ingin mencoba-coba
      -Pengaruh/ajakan dari teman sebaya
      -Pengaruh lingkungan
      -Adanya masalah keluarga, seperti: Broken Home
  
    Para remaja yang menggunakan narkoba tidak mengetahui bahaya dari penggunaan zat tersebut, yang mereka ketahui,bila menggunakan zat tersebut mereka seolah-olah lepas dari semua masalah yang mengganggu. Padahal, narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf  dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. 
      
      Selain itu narkoba juga berdampak secara fisik dan psikis ;

Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian 
 Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
                            [Sumber:http://www.wikimu.com/News/DisplayNewsRemaja.aspx?id=5691]

    Untuk mencegah banyaknya penyalahgunaan Obat-obatan terlarang dikalangan pelajar, perlu diadakan suatu penyuluhan tentang bahaya narkoba disertai juga pembekalan ilmu agama yang cukup.