Abstrak
Kemajuan teknologi virtualisasi hardware telah membuka
halaman baru dalam pertempuran digital. Dengan teknologi mesin virtual, terbuka
peluang untuk salah satu pihak menguasai lapisan terbawah suatu sistem, yaitu
lapisan hardware. Akibatnya, jika pihak attacker menguasai level ini, maka
makin sulit untuk pihak defender mendeteksi aplikasi malware dari attacker.
Kombinasi antara mesin virtual dan malware tipe rootkit
menghasilkan sebuah ancaman baru yang disebut dengan Virtual Machine Based
Rootkit (VMBR). Rootkit yang berbasis pada mesin virtual sangat sulit dideteksi
dan dilenyapkan karena berada diluar wilayah akses aplikasi dan sistem operasi
tersebut
Kata Kunci — Computer Security, Rootkit, Virtual Machine,
VMBR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Aplikasi-aplikasi
malware sudah mulai bermigrasi ke level yang lebih rendah . Makin kebawah level
yang dikuasai, makin sulit dideteksi oleh lawan dan makin berkuasalah dia atas
sebuah sistem tertentu. Salah satu tipe malware yang menjadi ancaman berbahaya
dan harus dipahami oleh setiap pengguna komputer adalah rootkit. Hal ini
disebabkan karena kemampuannya untuk menyembunyikan diri dan mengakali sistem
operasi targetnya sehingga sistem operasi tersebut tidak menyadari kehadiran
rootkit ini. Malware tipe ini beroperasi pada wilayah kernal dari sistem
operasi, sehingga membuat dirinya tidak dapat dijangkau oleh aplikasi
antivirus.
1.2
Permasalahan
Kemajuan
teknologi virtualisasi hardware telah membuka peluang untuk rootkit bermigrasi
dari level kernel sistem operasi ke level yang lebih rendah lagi, yaitu
hardware. Kombinasi antara mesin virtual dan rootkit menghasilkan sebuah
ancaman baru yang disebut Virtual Machine Based Rootkit (VMBR)[6],. VMBR
beroperasi pada level yang lebih rendah lagi dibandingkan dengan rootkit biasa.
1.3 Pertanyaan
Penelitian
Pertanyaan
penelitian adalah bagaimana menghadapi rootkit yang berbasis pada mesin
virtual?
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Rootkit
Rootkit
adalah sekumpulan program yang bertujuan untuk menyembunyikan file, folder,
port yang terbuka, registry key, driver dan proses yang sedang berjalan
ditempat dia bernaung. Tujuan dari rootkit adalah untuk menyediakan jalan bagi
attacker agar aktifitasnya tidak terdeteksi dan tersembunyi. Jika karakteristik
virus dan worm didefinisikan oleh satu kata “replication“, maka rootkit dapat
didefinisikan sebagai “stealth“[1]. Virus mereproduksi diri dan rootkit
menyembunyikan diri.
Rootkit yang
beroperasi pada level kernel mode akan mengubah dan memodifikasi beberapa
proses dan function pada kernel sistem operasi. Hal ini mengakibatkan aplikasi
antivirus yang berada pada user mode tidak dapat mendeteksi keberadaannya.
Namun demikian, ada beberapa keterbatasan rootkit level kernel, yaitu :
1) Bisa
dideteksi dengan Intrusion Detection System[2], apabila pihak defender berada
pada level kernel juga. Sehingga kemenangan akan ditentukan oleh design dan
proses dari masing-masing pihak dalam mengantisipasi lawannya.
2) Problematika
dengan fungsionalitas dan invisibilitas. Rootkit dengan fungsi yang banyak akan
mengurangi derajat invisibilitasnya. Sebaliknya rootkit dengan hanya satu
fungsi saja, minimum pada fungsi namun tinggi pada tingkat invisibilitasnya.
2.2 Virtual
Machine
Ide dasar
dari mesin virtual adalah mengekstraksi perangkat keras seperti CPU, memori,
disk drive ke beberapa environment sehingga menciptakan ilusi bahwa
masing-masing environment tersebut menjalankan komputernya sendiri. Meskipun
secara fisik tidak memiliki hardware, namun mesin virtual menciptakan keadaan
virtual “seakan-akan“ ada hardware tersebut.
VM muncul
karena adanya keinginan untuk menjalankan beberapa sistem operasi pada satu
perangkat keras tertentu. Sistem VM memungkinkan pembagian sumber daya
perangkat keras yang ada ke tiap-tiap VM yang berbeda. Dengan teknologi
virtualisasi, maka sebuah komputer tunggal bisa menjalankan beberapa komputer
virtual secara simultan dan bersama-sama.
Lapisan
perangkat lunak yang menyediakan virtualisasi disebut VMM atau Virtual Machine
Monitor. Diatas VMM dapat diinstall sebuah guest software (sistem operasi dan
aplikasi). VMM akan menyediakan abstraksi hardware untuk guest software ini
menggunakan emulated hardware. Selanjutnya Guest software akan berinteraksi
dengan hardware virtual dengan cara yang sama seperti berinteraksi dengan
hardware yang sebenarnya. Contohnya pada instruksi in/out, DMA, dan lain-lain.
Semua guest software (termasuk sistem operasi) bekerja pada mode user,
sedangkan VMM beroperasi pada level kernel. VMM akan mengisolasi semua sumber
daya dari masing-masing mesin virtual dalam berhubungan secara langsung.
Beberapa
contoh virtual machine seperti Vmware, mendukung instalasi untuk mesin X86,
beberapa variasi sistem operasi linux, NetWare, Solaris dan sistem operasi
Windows termasuk sistem operasi 64-bit[5].
2.3. Virtual
Machine Based Rootkit
Virtual
Machine Monitor (VMM) adalah powerful platform bagi rootkit. Rootkit mempunyai
peluang untuk mengeksploitasi level hardware dan menaklukan IDS yang beroperasi
pada level kernel. VMBR akan memindahkan sistem operasi target kedalam virtual
machine dan menjalankan sistem operasi target (Target OS) diatas lapisan VMM.
Rootkit
mengisolasi target OS didalam virtual machine, sehingga aplikasi keamanan
(contohnya IDS) dari target OS menjadi tidak efektif ketika berhadapan dengan
VMBR dan aplikasi malwarenya. Bukan hanya tidak efektif, tapi secara total
tidak kelihatan oleh aplikasi kemanan tersebut. Sistem operasi target target
akan melihat perubahan yang sedikit bahkan tidak ada perubahan sama sekali pada
memory space, disk space, dan executionnya.
Dalam
keadaan dimana VMM telah dieksploitasi oleh VMBR, maka VMBR dapat melihat dan
memodifikasi semua states dan events yang ada pada target OS seperti
keystrokes, paket network, disk state dan memory state, tanpa diketahui oleh
target OS. Hal ini disebabkan VMBR mengendalikan secara penuh virtual hardware
dari target OS dan aplikasi didalamnya.
Selanjutnya
VMBR menjadi platform yang aman dalam pengembangan aplikasi malicious tanpa
diketahui oleh target OS.
VMBR
menggunakan sistem operasi tersendiri (Attack OS) sehingga tidak kelihatan oleh
aplikasi dari sistem operasi target namun mudah untuk diimplementasikan.
Kemampuan untuk tidak tampak memberikan kebebasan kepada malicious services
untuk dijalankan pada user mode attack OS tanpa khawatir akan teridentifikasi
oleh target OS.
Malicious services
VMBR dapat diklasifikasikan dalam 3 kategorI [3].
1) Malicous services yang tidak membutuhkan interaksi dengan target OS. Malicious jenis ini tidak berkomunikasi dengan target OS. Contohnya : spam relays, distributed denial-of-service zombie, dan phising web server.
1) Malicous services yang tidak membutuhkan interaksi dengan target OS. Malicious jenis ini tidak berkomunikasi dengan target OS. Contohnya : spam relays, distributed denial-of-service zombie, dan phising web server.
2) Malicious
services yang mengumpulkan informasi dari target OS. Malicious jenis ini akan
mengumpulkan data dan events dari target OS. VMBR memungkinkan untuk
menjalankan aplikasi keystroke, mencatat (log) paket jaringan, dengan cara memodifikasi
VMM dari aplikasi device emulation. Sebagai contoh, VMBR dapat mencatat semua
paket jaringan dengan memodifikasi VMM dari emulated kartu jaringan. Modifikasi
ini tidak kelihatan oleh target OS karena interface dari kartu jaringan tidak
mengalami perubahan.
3) Malicious
services yang dengan sengaja mengganggu pelaksanaan eksekusi fungsi dan
prosedur dari target OS.
4) Sebagai
contoh malicious services dapat mengubah komunikasi jaringan, menghapus pesan
email atau mengubah perintah eksekusi dari target aplikasi. VMBR dapat
mengkustomisasi VMM dari lapisan device emulator untuk mengubah data pada level
hardware.
BAB III
ANALISIS ASPEK KEAMANAN
3.1 Aspek
keamanan dibawah layer VMBR
Cara yang
terbaik untuk mendeteksi VMBR (juga untuk aplikasi malicious lainnya) adalah
dengan beroperasi pada lapisan yang tidak dikendalikan oleh VMBR. Aplikasi
keamanan yang beroperasi pada level dibawah lapisan VMBR dapat melihat VMBR
karena cara pandang dari detektor tersebut tidak melalui lapisan virtualisasi
dari VMBR. Aplikasi keamanan jenis ini harus dapat membaca memori
fisik (bukan
memori virtual) dan melihat beberapa anomali pada sistem yang menunjukan
kehadiran VMBR.
Salah satu
cara untuk mendapatkan kendali atas lapisan dibawah VMBR adalah dengan
menggunakan perangkat keras yang terjamin aman. Beberapa perangkat keras
tersebut contohnya: Intel La Grande, AMD platform. Perangkat keras tersebut
menyediakan aplikasi untuk bisa mendapatkan posisi kendali lapisan dibawah
VMBR.
Cara yang
lain adalah dengan melakukan booting komputer melalui CD-ROM, USB atau network
boot yang aman. Dengan cara ini, sistem melakukan booting sebelum VMBR diload
Cara yang
ketiga untuk mendapatkan kendali atas lapisan dibawah VMBR adalah dengan
menggunakan secure VMM, dimana secure VMM ini diload sebelum proses loading
dari sistem operasi. Secure VMM juga mencegah proses instalasi dari VMBR.
Tujuan utama dari secure boot adalah mencegah malware memiliki akses untuk
melakukan perubahan dan modifikasi pada master boot record dan sistem file boot
sector. Secure VMM akan memverifikasi otentifikasi jika terjadi perubahan pada
master boot record. Dengan demikian, apabila terjadi proses instalasi VMBR,
maka secure VMM akan membatalkan proses tersebut
3.2 Aspek
keamanan diatas layer VMBR
Sebelumnya
telah dijelaskan bahwa semua aplikasi keamanan yang berada diatas lapisan VMBR
tidak efektif dalam mendeteksi keberadaan VMBR ini. Hal ini disebabkan VMBR
state berada diluar jangkauan aplikasi tersebut yang notabene aplikasi tersebut
telah terjerat didalam virtual machine.
Misalkan
sistem target bisa melihat aktivitas dari malware diluar virtual machine, tetap
saja VMBR mempunyai kemampuan untuk mengubah eksekusi dari aplikasi keamanan
sistem target tersebut, sehingga eksekusi tersebut menjadi tidak valid dan
sistem memberikan laporan hasil yang salah (report incorrect result).
Dua hal yang
telah dijelaskan di atas, menjadi batasan bagi aplikasi keamanan yang
beroperasi diatas VMBR. Memang, VMBR secara fisik tidak kelihatan, namun
keberadaan VMBR atas sistem dapat dianalisa melalui penurunan kinerja sumber
daya dari perangkat keras, seperti CPU time, memori dan disk space dan
bandwidth jaringan.
VMBR akan
mengemulasi mesin virtual untuk menjalankan proses-proses target OS didalam
mesin virtual, sehingga pemakaian sumber daya, dalam hal ini CPU time, menjadi
meningkat dan proses pada target OS menjadi lambat. Perbedaan waktu dari CPU
time ini dapat menjadi tolak ukur dari pengguna untuk membandingkan CPU time
ini dengan waktu sebenarnya (misalnya jam tangan). Perbedaan waktu yang
signifikan ini menjadi bahan analisa keberadaan VMBR.
Keberadaan
VMBR bisa juga dianalisa dari kinerja pemakaian disk space. Karena VMBR harus
mengemulasi proses-proses pada target sistem didalam virtual machine, maka
kebutuhan akan sumber daya perangkat keras komputer tersebut menjadi tinggi
pula. VMBR akan menggunakan page file pada harddisk ketika aktifitasnya
melewati batas maksimum dari kapasitas memori. Aplikasi keamanan dapat
diterapkan untuk mendeteksi adanya VMBR dengan cara menjalankan sebuah program
tertentu yang membutuhkan memori keseluruhan dari sistem komputer. Penurunan
kinerja dari page file pada harddisk akibat eksploitasi VMBR menjadi bahan
analisa keberadaan VMBR.
Salah satu
gangguan pada sistem target akibat keberadaan dari VMBR adalah pada I/O
devices. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa VMM akan
memvirtualisasikan I/O devices yang digunakan oleh sistem target.
Memvirtualisasi I/O devices tanpa mengubah perspektif dari sistem target adalah
sebuah hal yang berat. Hal ini disebabkan VMM sebelumnya harus memahami interface
dan semantik dari tiap-tiap I/O device. Dengan perkembangan teknologi yang
semakin cepat dan begitu banyak variasi perangkat I/O akan sangat sulit untuk
memahami interface dan semantik masing-masing variasi . Oleh karena itu
aplikasi keamanan dapat menerapkan Intrusion Detector dengan menganalisa
perubahan pada I/O device saat VMBR diinstalasi.
IV.
KESIMPULAN
Virtual
Machine Based Rootkit (VMBR) adalah sebuah aplikasi malware yang lebih sulit
untuk dideteksi dibandingkan dengan malware lainnya. Hal ini disebabkan VMBR
beroperasi pada lapisan dibawah lapisan sistem target, sehingga semua aplikasi
keamanan didalam sistem target tidak bisa mendeteksinya karena VMBR telah
menjerat sistem target didalam sebuah virtual machine.
Malware
services yang dapat dikembangkan setelah sebuah sistem terinfeksi VMBR
contohnya : Phising web server, keylogger dan aplikasi malware untuk mencatat
paket data jaringan.
Meskipun
VMBR adalah sebuah aplikasi powerful malware, VMBR mempunyai beberapa
kekurangan yang dapat menjadi bahan analisa untuk menanggulanginya. Beberapa
kekurangan dari VMBR adalah :
1) Sulit
pada proses instalasi. Hal ini disebabkan karena VMBR harus mempunyai akses
level yang mempunyai kapabilitas untuk mengubah boot sequence.
2) VMBR akan
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sumber daya sistem target.
VMBR menurunkan kinerja dari sumber daya CPU, memori dan disk space, karena
kebutuhan VMBR untuk menjalankan sistem operasi target didalam virtual machine
dan memberikan abstraksi virtual perangkat keras kepada sistem operasi target.
Beberapa
cara untuk menanggulangi VMBR adalah dengan menggunakan secure hardware,
melakukan booting dari media yang aman, dan menggunakan secure VMM.
VMBR
merupakan aplikasi malware yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus
diperhatikan sebagai salah satu aplikasi yang mengganggu keamanan sistem
informasi



0 komentar:
Posting Komentar