Kuliah Perdana Yang Aneh
Hari ini adalah hari pertama andi sebagai seorang mahasiswa alias mahasiswa baru dan akan mengarungin lingkungan baru dan teman baru disebuah universitas swasta diluar kota.“Andi ayo bangun!!” teriak ibu andi.
“hooaaam iya bu 5 menit lagi” balas andi sambil mengusap-ngusap mata.
“Andi bangun nak nanti kamu ketinggalan bis!” balas ibu andi dengan nada lebih keras.
“Ini andi sudah bangun bu” balas andi sambil melihat jam.
Andi pun bergegas untuk mandi karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Setelah mandi andi pun memakai baju dengan tergesa-gesa sambil mengigit setangkap roti dimulutnya. Ibu andi pun tidak lupa mengingatkan andi agar barang-barang yang dibawa tidak ketinggalan.
“Bu, andi berangkat ya!” sambil salim kepada ibunya.
“Hati-hati nak dijalan” teriak ibu andi sambil melambaikan tangan.
Andi pun sampai dihalte pertama untuk menunggu bis, tak berapa lama andi menunggu bis pun datang. Setelah naik bis dari rumah andi pun turun disebuah halte berikutnya untuk melanjutkan perjalanan dengan menaiki bis kedua kekampus. Didalam bis andi bertemu dengan seorang perempuan dan mereka pun berkenalan.
“Maaf, kamu mahasiswa baru juga ya?” Tanya perempuan itu dengan nada pelan.
“ehmm,ya saya mahasiswa baru!” jawab andi dengan gugup.
“wahh, saya juga mahasiswa baru. Oh iya lupa memperkenalkan diri, nama saya reni. Nama kamu siapa?” Tanya reni dengan senyum.
“Nama saya andi” jawab andi dengan nada pelan.
“Untunglah ada teman seperjalanan, eh kamu waktu masa orientasi yang lalu dikelompok mana?” Tanya reni dengan penasaran.
“wah waktu masa orientasi saya tidak masuk karena sakit , jadi tidak tau kalau ada pembagian kelompok” jawab andi
“ yah padahal itu seru banget! , kita disuruh bikin kelompok tapi tidak boleh 1 sekolah dan setelah itu kita jadi paduan suara untuk acara wisuda para senior” jawab reni dengan semangat
“wah jadi paduan suara !?, jadi nyesal kalau begitu” jawab andi dengan ekspresi bingung.
“bentar-bentar waktu nanya sama bagian pendaftaran masa orientasi dikampus itu Cuma sampe perkenalan lokasi-lokasi, kok ini dia bilang sampe jadi paduan suara !?” andi berbicara dalam hati sambil melihat keatas.
Tidak terasa reni dan andi ngobrol mereka pun sampai dihalte universitas negri. Mereka pun turun dari bis dan reni memimta andi untuk bareng menuju ke kampus dengan menaiki jembatan penyebarangan dan andi pun baru sadar bahwa reni itu mahasiswa baru dari universitas negri, dan andi pun terlihat shock dan tidak merespond ajakan reni.
“andi ayo sini!” ajak reni sambil perlahan menaiki jembatan penyebrangan.
“duluan ren nanti saya nyusul” balas andi dengan panik.
“andi, andi. Loh kemana ini orang!?” berteriak sambil melihat kearah halte.
Andi memanfaatkan situasi saat reni sedang fockus menaiki jembatan dengan buru-buru menaiki angkot dan menutupi wajahnya dengan tas agar reni tidak bisa melihatnya. Didalam angkot andi terus menarik napas dan meneteskan keringat dari wajahnya. Tak lama perjalanan dengan menggunakan angkot pun berhenti dikampus swasta yang dituju dan andi pun kaget melihat pemandangan mahasiswa dan mahasiswi yang ramai duduk disetiap tangga masuk gedung. Perlahan andi berjalan menuju gedung dimana kelasnya dimulai. Dalam perjalanan ke gedung andi melihat banyak laki-laki dengan kepala botak disetiap sudut gedung. Tiba-tiba Sekelompok mahasiswa datang menghampiri .
“maaf kak, mau Tanya klo ruangan 223 itu disebelah mana ya?” Tanya salah satu mahasiswa
“oh ruangan ini itu gedung sebelah kanan naik aja disitu ruang 223” jawab andi dengan nada percaya diri.
“padahal saya sendiri juga lagi nyari ruangan” andi berbicara dalam hati.
“makasih banyak kak!” kata salah satu mahasiswa sambil beranjak pergi.
Tidak lama mahasiswa yang baru saja menanyakan ruangan pergi andi pun dihampiri oleh kelompok mahasiswa lainnya.
“permisi kak, mau Tanya kalau toilet disebelah mana ya?” Tanya sekelompok mahasiswa lainnya
“ehmm, oh nanti kalian dari arah gedung 2 belok kiri kan disitu ada jalan kecil nah ikutin aja jalannya nanti sampe” jawab andi sambil menggaruk kepala.
Andi pun tidak habis pikir kenapa ia selalu dihampiri oleh mahasiswa untuk diminta menunjukkan lokasi-lokasi kampus , sampai andi pun menyadari sesuatu.
“wah pantas saja saya ditanya-tanya terus rambut gw panjang sendiri disini disangka senior” andi berbicara sambil menarik nafas.





