Judul Film: ThePursuit of Happyness
Sutradara : Gabriele Muccino
Produser : Will Smith
Steve Tisch
James Lassiter
Todd Black
Jason Blumenthal
Pemeran : Will Smith
Jaden Smith
Thandie Newton
Dan Castellaneta
Musik : Andrea Guerra
Sinematografi : Phedon Papamichael
Penyunting : Hughes Winborne
Distributor : Columbia Pictures
Harga : Rp 69.000
Waktu Rilis : 15 Desember 2006
Durasi : 109 menit
Tokoh utama dalam film ini adalah seorang ayah dengan anak laki-lakinya. Ayahnya bernama Chris Gardner yang diperankan oleh Will Smith, sedangkan anaknya adalah Christopher yang diperankan oleh Jaden Smith. Film ini sangat cocok diperankan oleh Will Smith dan Jaden Smith, karena dalam kehidupan sesungguhnya, Jaden Smith merupakan putra kandung Will Smith.
Chris menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable, barang yang selalu dibawa bahkan ada sempat dicuri dan dia berusaha untuk mengambilnya kembali, bone density scanner tersebut memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Linda, istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry. Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk.
Keadaan diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa serta anaknya, namum linda mengurungkan niatnya atas permintaan Chris.
Christopher Gradner, lahir pada 9 february di Milwauke, tidak pernah bertemu dengan sang ayah sejak lahir, dia ingin menjadi sosok seorang ayah yang dia tidak pernah miliki, disaat linda istrinya pergi meninggalkannya kehidupannya mulai berubah, Chris harus rela kehilangan mobil dan apartmentnya. Namun dia tetap bersikukuh untuk tetap dapat bersama anaknya, karena dia telah membuat keputusan dimasa kecilnya, saat dia memiliki anak nanti, dia tidak ingin anaknya tidak tahu siapa bapaknya seperti dirinya.
Dalam keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa Ferari, dan chris bertanya kepada orang itu,
“Wow, I gotta ask you two questions. What do you do? And how do you do that ?
pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah ? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Sejak saat itu Chris memutuskan untuk berkarier sebagai pialang saham.
Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik. Selama magang ia tidak dibayar, Chrispun mulai kehabisan uang, dan akhirnya ia diusir dari rumah sewanya dan menjadi tuna wisma. Selama beberapa hari ia tidur di tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Chruch. Karena keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar. Kadang mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur diluar. Kemiskinan dan ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugas dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds.
Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.
Kelebihan:
Film ini memiliki banyak pesan moral seperti menjadi seorang ayah yang baik, menjadi seorang pekerja keras yang pantang menyerah, dan menjadi seorang yang memiliki keyakinan bahwa tuhan memberikan hikmah dibalik sebuah cobaan.
Kekurangan:
Terletak pada penulisan judul film yang tidak sesuai dalam kosakata bahasa inggris yaitu happiness yang seharusnya “happiness”.
Saran dan penilaian tentang film:
Bagi kalian yang belum menonton, wajib untuk menonton “ThePursuit of Happyness” film yang bisa memancing emosi haru dan juga memacu semangat untuk pantang menyerah. Untuk penilian bila dalam rate saya memberi 9/10 untuk jalan cerita, penempatan actor yang sangat baik dan untuk suatu kutipan cerita :
“There was a man who was drowning, and a boat came, and the man on the boat said “Do you need help?” and the man said “God will save me”. Then another boat came and he tried to help him, but he said “God will save me”, then he drowned and went to Heaven. Then the man told God, “God, why didn’t you save me?” and God said “I sent you two boats, you dummy!”
Yang apa bila diterjemahkan sebagai berikut:
Tuhan memberikan pertolongan dengan cara-cara yang kita sendiri tidak mengetahuai kalau itu adalah pertolongan dari NYA, Karena bentuk pertolongan yang diberikan tidak seperti mukzizat yang datang secara tiba-tiba dan kasat mata. tapi kita akan menyadari dan memahaminya pada saat kita melihat kebelakang.


0 komentar:
Posting Komentar