Links

widget

Sabtu, 16 November 2013

Analisis Aspek Keamanan Dalam Menghadapi Rootkit Berbasis Mesin Virtual

Abstrak
Kemajuan teknologi virtualisasi hardware telah membuka halaman baru dalam pertempuran digital. Dengan teknologi mesin virtual, terbuka peluang untuk salah satu pihak menguasai lapisan terbawah suatu sistem, yaitu lapisan hardware. Akibatnya, jika pihak attacker menguasai level ini, maka makin sulit untuk pihak defender mendeteksi aplikasi malware dari attacker.
Kombinasi antara mesin virtual dan malware tipe rootkit menghasilkan sebuah ancaman baru yang disebut dengan Virtual Machine Based Rootkit (VMBR). Rootkit yang berbasis pada mesin virtual sangat sulit dideteksi dan dilenyapkan karena berada diluar wilayah akses aplikasi dan sistem operasi tersebut
Kata Kunci — Computer Security, Rootkit, Virtual Machine, VMBR



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Aplikasi-aplikasi malware sudah mulai bermigrasi ke level yang lebih rendah . Makin kebawah level yang dikuasai, makin sulit dideteksi oleh lawan dan makin berkuasalah dia atas sebuah sistem tertentu. Salah satu tipe malware yang menjadi ancaman berbahaya dan harus dipahami oleh setiap pengguna komputer adalah rootkit. Hal ini disebabkan karena kemampuannya untuk menyembunyikan diri dan mengakali sistem operasi targetnya sehingga sistem operasi tersebut tidak menyadari kehadiran rootkit ini. Malware tipe ini beroperasi pada wilayah kernal dari sistem operasi, sehingga membuat dirinya tidak dapat dijangkau oleh aplikasi antivirus.

1.2 Permasalahan
Kemajuan teknologi virtualisasi hardware telah membuka peluang untuk rootkit bermigrasi dari level kernel sistem operasi ke level yang lebih rendah lagi, yaitu hardware. Kombinasi antara mesin virtual dan rootkit menghasilkan sebuah ancaman baru yang disebut Virtual Machine Based Rootkit (VMBR)[6],. VMBR beroperasi pada level yang lebih rendah lagi dibandingkan dengan rootkit biasa.

1.3 Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan penelitian adalah bagaimana menghadapi rootkit yang berbasis pada mesin virtual?







BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Rootkit
Rootkit adalah sekumpulan program yang bertujuan untuk menyembunyikan file, folder, port yang terbuka, registry key, driver dan proses yang sedang berjalan ditempat dia bernaung. Tujuan dari rootkit adalah untuk menyediakan jalan bagi attacker agar aktifitasnya tidak terdeteksi dan tersembunyi. Jika karakteristik virus dan worm didefinisikan oleh satu kata “replication“, maka rootkit dapat didefinisikan sebagai “stealth“[1]. Virus mereproduksi diri dan rootkit menyembunyikan diri.

Rootkit akan berusaha menyembunyikan dirinya agar sistem tersebut tidak bisa mendeteksi keberadaannya dan memperkuat aksesnya terhadap sistem target. Rootkit tidak hanya menyembunyikan dirinya, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan prosesnya yang sedang dikerjakannya[4].


Rootkit yang beroperasi pada level kernel mode akan mengubah dan memodifikasi beberapa proses dan function pada kernel sistem operasi. Hal ini mengakibatkan aplikasi antivirus yang berada pada user mode tidak dapat mendeteksi keberadaannya. Namun demikian, ada beberapa keterbatasan rootkit level kernel, yaitu :
1) Bisa dideteksi dengan Intrusion Detection System[2], apabila pihak defender berada pada level kernel juga. Sehingga kemenangan akan ditentukan oleh design dan proses dari masing-masing pihak dalam mengantisipasi lawannya.
2) Problematika dengan fungsionalitas dan invisibilitas. Rootkit dengan fungsi yang banyak akan mengurangi derajat invisibilitasnya. Sebaliknya rootkit dengan hanya satu fungsi saja, minimum pada fungsi namun tinggi pada tingkat invisibilitasnya.




2.2 Virtual Machine
Ide dasar dari mesin virtual adalah mengekstraksi perangkat keras seperti CPU, memori, disk drive ke beberapa environment sehingga menciptakan ilusi bahwa masing-masing environment tersebut menjalankan komputernya sendiri. Meskipun secara fisik tidak memiliki hardware, namun mesin virtual menciptakan keadaan virtual “seakan-akan“ ada hardware tersebut.

VM muncul karena adanya keinginan untuk menjalankan beberapa sistem operasi pada satu perangkat keras tertentu. Sistem VM memungkinkan pembagian sumber daya perangkat keras yang ada ke tiap-tiap VM yang berbeda. Dengan teknologi virtualisasi, maka sebuah komputer tunggal bisa menjalankan beberapa komputer virtual secara simultan dan bersama-sama.

Lapisan perangkat lunak yang menyediakan virtualisasi disebut VMM atau Virtual Machine Monitor. Diatas VMM dapat diinstall sebuah guest software (sistem operasi dan aplikasi). VMM akan menyediakan abstraksi hardware untuk guest software ini menggunakan emulated hardware. Selanjutnya Guest software akan berinteraksi dengan hardware virtual dengan cara yang sama seperti berinteraksi dengan hardware yang sebenarnya. Contohnya pada instruksi in/out, DMA, dan lain-lain. Semua guest software (termasuk sistem operasi) bekerja pada mode user, sedangkan VMM beroperasi pada level kernel. VMM akan mengisolasi semua sumber daya dari masing-masing mesin virtual dalam berhubungan secara langsung.

Beberapa contoh virtual machine seperti Vmware, mendukung instalasi untuk mesin X86, beberapa variasi sistem operasi linux, NetWare, Solaris dan sistem operasi Windows termasuk sistem operasi 64-bit[5].


2.3. Virtual Machine Based Rootkit
Virtual Machine Monitor (VMM) adalah powerful platform bagi rootkit. Rootkit mempunyai peluang untuk mengeksploitasi level hardware dan menaklukan IDS yang beroperasi pada level kernel. VMBR akan memindahkan sistem operasi target kedalam virtual machine dan menjalankan sistem operasi target (Target OS) diatas lapisan VMM.


Rootkit mengisolasi target OS didalam virtual machine, sehingga aplikasi keamanan (contohnya IDS) dari target OS menjadi tidak efektif ketika berhadapan dengan VMBR dan aplikasi malwarenya. Bukan hanya tidak efektif, tapi secara total tidak kelihatan oleh aplikasi kemanan tersebut. Sistem operasi target target akan melihat perubahan yang sedikit bahkan tidak ada perubahan sama sekali pada memory space, disk space, dan executionnya.

Dalam keadaan dimana VMM telah dieksploitasi oleh VMBR, maka VMBR dapat melihat dan memodifikasi semua states dan events yang ada pada target OS seperti keystrokes, paket network, disk state dan memory state, tanpa diketahui oleh target OS. Hal ini disebabkan VMBR mengendalikan secara penuh virtual hardware dari target OS dan aplikasi didalamnya.
Selanjutnya VMBR menjadi platform yang aman dalam pengembangan aplikasi malicious tanpa diketahui oleh target OS.

VMBR menggunakan sistem operasi tersendiri (Attack OS) sehingga tidak kelihatan oleh aplikasi dari sistem operasi target namun mudah untuk diimplementasikan. Kemampuan untuk tidak tampak memberikan kebebasan kepada malicious services untuk dijalankan pada user mode attack OS tanpa khawatir akan teridentifikasi oleh target OS.
Malicious services VMBR dapat diklasifikasikan dalam 3 kategorI [3].

1) Malicous services yang tidak membutuhkan interaksi dengan target OS. Malicious jenis ini tidak berkomunikasi dengan target OS. Contohnya : spam relays, distributed denial-of-service zombie, dan phising web server.
2) Malicious services yang mengumpulkan informasi dari target OS. Malicious jenis ini akan mengumpulkan data dan events dari target OS. VMBR memungkinkan untuk menjalankan aplikasi keystroke, mencatat (log) paket jaringan, dengan cara memodifikasi VMM dari aplikasi device emulation. Sebagai contoh, VMBR dapat mencatat semua paket jaringan dengan memodifikasi VMM dari emulated kartu jaringan. Modifikasi ini tidak kelihatan oleh target OS karena interface dari kartu jaringan tidak mengalami perubahan.
3) Malicious services yang dengan sengaja mengganggu pelaksanaan eksekusi fungsi dan prosedur dari target OS.
4) Sebagai contoh malicious services dapat mengubah komunikasi jaringan, menghapus pesan email atau mengubah perintah eksekusi dari target aplikasi. VMBR dapat mengkustomisasi VMM dari lapisan device emulator untuk mengubah data pada level hardware.


BAB III
ANALISIS ASPEK KEAMANAN

3.1 Aspek keamanan dibawah layer VMBR
Cara yang terbaik untuk mendeteksi VMBR (juga untuk aplikasi malicious lainnya) adalah dengan beroperasi pada lapisan yang tidak dikendalikan oleh VMBR. Aplikasi keamanan yang beroperasi pada level dibawah lapisan VMBR dapat melihat VMBR karena cara pandang dari detektor tersebut tidak melalui lapisan virtualisasi dari VMBR. Aplikasi keamanan jenis ini harus dapat membaca memori

fisik (bukan memori virtual) dan melihat beberapa anomali pada sistem yang menunjukan kehadiran VMBR.
Salah satu cara untuk mendapatkan kendali atas lapisan dibawah VMBR adalah dengan menggunakan perangkat keras yang terjamin aman. Beberapa perangkat keras tersebut contohnya: Intel La Grande, AMD platform. Perangkat keras tersebut menyediakan aplikasi untuk bisa mendapatkan posisi kendali lapisan dibawah VMBR.

Cara yang lain adalah dengan melakukan booting komputer melalui CD-ROM, USB atau network boot yang aman. Dengan cara ini, sistem melakukan booting sebelum VMBR diload
Cara yang ketiga untuk mendapatkan kendali atas lapisan dibawah VMBR adalah dengan menggunakan secure VMM, dimana secure VMM ini diload sebelum proses loading dari sistem operasi. Secure VMM juga mencegah proses instalasi dari VMBR. Tujuan utama dari secure boot adalah mencegah malware memiliki akses untuk melakukan perubahan dan modifikasi pada master boot record dan sistem file boot sector. Secure VMM akan memverifikasi otentifikasi jika terjadi perubahan pada master boot record. Dengan demikian, apabila terjadi proses instalasi VMBR, maka secure VMM akan membatalkan proses tersebut


3.2 Aspek keamanan diatas layer VMBR
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa semua aplikasi keamanan yang berada diatas lapisan VMBR tidak efektif dalam mendeteksi keberadaan VMBR ini. Hal ini disebabkan VMBR state berada diluar jangkauan aplikasi tersebut yang notabene aplikasi tersebut telah terjerat didalam virtual machine.
Misalkan sistem target bisa melihat aktivitas dari malware diluar virtual machine, tetap saja VMBR mempunyai kemampuan untuk mengubah eksekusi dari aplikasi keamanan sistem target tersebut, sehingga eksekusi tersebut menjadi tidak valid dan sistem memberikan laporan hasil yang salah (report incorrect result).

Dua hal yang telah dijelaskan di atas, menjadi batasan bagi aplikasi keamanan yang beroperasi diatas VMBR. Memang, VMBR secara fisik tidak kelihatan, namun keberadaan VMBR atas sistem dapat dianalisa melalui penurunan kinerja sumber daya dari perangkat keras, seperti CPU time, memori dan disk space dan bandwidth jaringan.

VMBR akan mengemulasi mesin virtual untuk menjalankan proses-proses target OS didalam mesin virtual, sehingga pemakaian sumber daya, dalam hal ini CPU time, menjadi meningkat dan proses pada target OS menjadi lambat. Perbedaan waktu dari CPU time ini dapat menjadi tolak ukur dari pengguna untuk membandingkan CPU time ini dengan waktu sebenarnya (misalnya jam tangan). Perbedaan waktu yang signifikan ini menjadi bahan analisa keberadaan VMBR.

Keberadaan VMBR bisa juga dianalisa dari kinerja pemakaian disk space. Karena VMBR harus mengemulasi proses-proses pada target sistem didalam virtual machine, maka kebutuhan akan sumber daya perangkat keras komputer tersebut menjadi tinggi pula. VMBR akan menggunakan page file pada harddisk ketika aktifitasnya melewati batas maksimum dari kapasitas memori. Aplikasi keamanan dapat diterapkan untuk mendeteksi adanya VMBR dengan cara menjalankan sebuah program tertentu yang membutuhkan memori keseluruhan dari sistem komputer. Penurunan kinerja dari page file pada harddisk akibat eksploitasi VMBR menjadi bahan analisa keberadaan VMBR.

Salah satu gangguan pada sistem target akibat keberadaan dari VMBR adalah pada I/O devices. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa VMM akan memvirtualisasikan I/O devices yang digunakan oleh sistem target. Memvirtualisasi I/O devices tanpa mengubah perspektif dari sistem target adalah sebuah hal yang berat. Hal ini disebabkan VMM sebelumnya harus memahami interface dan semantik dari tiap-tiap I/O device. Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat dan begitu banyak variasi perangkat I/O akan sangat sulit untuk memahami interface dan semantik masing-masing variasi . Oleh karena itu aplikasi keamanan dapat menerapkan Intrusion Detector dengan menganalisa perubahan pada I/O device saat VMBR diinstalasi.

IV. KESIMPULAN
Virtual Machine Based Rootkit (VMBR) adalah sebuah aplikasi malware yang lebih sulit untuk dideteksi dibandingkan dengan malware lainnya. Hal ini disebabkan VMBR beroperasi pada lapisan dibawah lapisan sistem target, sehingga semua aplikasi keamanan didalam sistem target tidak bisa mendeteksinya karena VMBR telah menjerat sistem target didalam sebuah virtual machine.
Malware services yang dapat dikembangkan setelah sebuah sistem terinfeksi VMBR contohnya : Phising web server, keylogger dan aplikasi malware untuk mencatat paket data jaringan.

Meskipun VMBR adalah sebuah aplikasi powerful malware, VMBR mempunyai beberapa kekurangan yang dapat menjadi bahan analisa untuk menanggulanginya. Beberapa kekurangan dari VMBR adalah :
1) Sulit pada proses instalasi. Hal ini disebabkan karena VMBR harus mempunyai akses level yang mempunyai kapabilitas untuk mengubah boot sequence.
2) VMBR akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sumber daya sistem target. VMBR menurunkan kinerja dari sumber daya CPU, memori dan disk space, karena kebutuhan VMBR untuk menjalankan sistem operasi target didalam virtual machine dan memberikan abstraksi virtual perangkat keras kepada sistem operasi target.
Beberapa cara untuk menanggulangi VMBR adalah dengan menggunakan secure hardware, melakukan booting dari media yang aman, dan menggunakan secure VMM.
VMBR merupakan aplikasi malware yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus diperhatikan sebagai salah satu aplikasi yang mengganggu keamanan sistem informasi






Proses komunitas java

Java Community Process (JCP) Program Management Office (PMO) sangat tertarik untuk mengumumkan upgrade ke jcp.org baru-baru ini meluncurkan situs web. Setelah web rumah masyarakat benar-benar dirombak dan dirilis pada bulan Juni 2009, bekerja terus di belakang layar untuk menambah, meningkatkan, dan memperbaiki fungsi dan kegunaannya. Anggota PMO berfungsi sebagai tim proyek untuk mendefinisikan dan menyelesaikan pekerjaan.
Program yang JCP komunitas pengguna telah membantu dalam memberikan umpan balik pada situs web. Banyak fitur baru dan perbaikan bug pada awalnya diusulkan atau diidentifikasi oleh pengguna. Beberapa implementasi tersebut akan segera jelas. Sebagai contoh, semua wiki dan papan sekarang mencakup satu cara bagi pengguna untuk memberikan pendapat mereka yang cepat konten dengan menghadiahi setiap item dengan nilai, dengan memilih jumlah bintang tertentu. Selain itu, semua papan diskusi publik dan wiki termasuk RSS tombol untuk memungkinkan pengguna untuk berlangganan pembaruan konten. Karena pengaturan keamanan dan persyaratan browser, RSS feed fitur ini hanya bekerja jika SSL diaktifkan. Misalnya, fitur RSS melakukan kerja dengan Firefox.
Berbagai bug telah diperbaiki dan navigasi juga telah diperbarui untuk mengatur informasi yang tersedia. Ini adalah langkah inkremental lain sepanjang perjalanan untuk meningkatkan jcp.org. Dalam bulan-bulan mendatang, sebagai masyarakat terus menyarankan perubahan dan perangkat tambahan, upaya akan terus memperbaiki situs. Semua umpan menyimpan program dan JCP jcp.org bergerak maju dan ke atas.
Virtual Machine
Virtual machine (VM) adalah suatu environment, biasanya sebuah program atau system operasi, yang tidak ada secara fisik tetapi dijalankan dalam environment lain. Dalam konteks ini, VM disebut “guest” sementara environment yang menjalankannya disebut “host”. Ide dasar dari virtual machine adalah mengabtraksi perangkat keras dari satu komputer (CPU, memori, disk, dst) ke beberapa environment eksekusi, sehingga menciptakan illusi bahwa masing-masing environment menjalankan komputernya [terpisah] sendiri.VM muncul karena adanya keinginan untuk menjalankan banyak sistem operasi pada satu komputer.Teknologi virtual machine memiliki banyak kegunaan seperti memungkinkan konsolidasi perangkat keras, memudahkan recovery sistem, dan menjalankan perangkat lunak terdahulu. Salah satu penerapan penting dari teknologi VM adalah integrasi lintas platform. Beberapa penerapan lainnya yang penting adalah:
• Konsolidasi server.
Jika beberapa server menjalankan aplikasi yang hanya memakan sedikit sumber daya, VM dapat digunakan untuk menggabungkan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga berjalan pada satu server saja, walaupun aplikasi tersebut memerlukan sistem operasi yang berbeda-beda.
• Otomasi dan konsolidasi lingkungan pengembangan dan testing.
Setiap VM dapat berperan sebagai lingkungan yang berbeda, ini memudahkan pengembang sehingga tidak perlu menyediakan lingkungan tersebut secara fisik.
• Menjalankan perangkat lunak terdahulu.
Sistem operasi dan perangkat lunak terdahulu dapat dijalankan pada sistem yang lebih baru.
• Memudahkan recovery sistem.
Solusi virtualisasi dapat dipakai untuk rencana recovery sistem yang memerlukan portabilitas dan fleksibilitas antar platform.
• Demonstrasi perangkat lunak.
Dengan teknologi VM, sistem operasi yang bersih dan konfigurasinya dapat disediakan secara cepat.
Kelebihan Virtual Machine (VM)
Teknologi VM memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
• Hal keamanan.
VM memiliki perlindungan yang lengkap pada berbagai sistem sumber daya, yaitu dengan meniadakan pembagian sumber daya secara langsung, sehingga tidak ada masalah proteksi dalam VM. Sistem VM adalah kendaraan yang sempurna untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Dengan VM, jika terdapat suatu perubahan pada satu bagian dari mesin, maka dijamin tidak akan mengubah komponen lainnya.
• Memungkinkan untuk mendefinisikan suatu jaringan dari Virtual Machine (VM).
Tiap-tiap bagian mengirim informasi melalui jaringan komunikasi virtual. Sekali lagi, jaringan dimodelkan setelah komunikasi fisik jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak.
Kekurangan Virtual Machine (VM)
Beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah:
• Sistem penyimpanan.
Sebagai contoh kesulitan dalam sistem penyimpanan adalah sebagai berikut: Andaikan kita mempunyai suatu mesin yang memiliki 3 disk drive namun ingin mendukung 7 VM. Keadaan ini jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansial untuk menyediakan memori virtual dan spooling. Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya. Dengan demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan perangkat keras yang mendasari.
• Pengimplementasian sulit.
Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan.

Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia

Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia
Pasti anda bertanya-tanya apakah pengertian dari kolaborasi antar muka otomatif multimedia? 
Pada pembahasan kali ini saya akan mengulas sekilas tentang kolaborasi antar muka otomatif multimedia.
Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia adalah sebuah kelompok yang dibuat oleh pembuat (maker) untuk menciptakan standar umum yang digunakan untuk mengatur bagaimana cara kerja perangkat elektronik, seperti komputer dan hiburan unit, berkomunikasi dengan kendaraan. Dan memiliki anggota: Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault.
Sedangkan pengertian AMI-C adalah organisasi global yang mewakili mayoritas dunia produksi kendaraan. AMI-C mengembangkan dan standarisasi yang umum multimedia dan telematika otomotif antarmuka untuk kendaraan jaringan komunikasi.
Tujuan dari kolaborasi antar muka otomotif multimedia antar lain :
• Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi – dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat ( DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output
• Meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan
• Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan – industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit 
• Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar

Open Services Gateway Initiative

1. OSGi (Open Service Gateway Initiative)

OSGI (Open Service Gateway Initiative) adalah sebuah rencana industri untuk cara standar untuk menghubungkan perangkat seperti perangkat rumah tangga dan sistem keamanan ke Internet. OSGI berencana menentukan program aplikasi antarmuka (API) untuk pemrogram menggunakan, untuk memungkinkan komunikasi dan kontrol antara penyedia layanan dan perangkat di dalam rumah atau usaha kecil jaringan. OSGI API akan dibangun pada bahasa pemrograman Java. Program java pada umumnya dapat berjalan pada platform sistem operasi komputer. OSGI adalah sebuah interface pemrograman standar terbuka.

The OSGI Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah sebuah organisasi standar terbuka yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota – anggotanya telah ditentukan sebuah layanan berbasis Java platform yang dapat dikelola dari jarak jauh.

1.1. Spesifikasi
Spesifikasi OSGi dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk publik secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi OSGi. The Alliance OSGi memiliki kepatuhan program yang hanya terbuka untuk anggota. Pada November 2010, ada tujuh bersertifikat OSGi kerangka implementasi . Sebuah halaman terpisah daftar baik bersertifikat dan non-bersertifikat Implementasi Spesifikasi OSGi, yang meliputi kerangka OSGi dan spesifikasi OSGi lainnya.

Kerangka OSGi (OSGi framework)
Kerangka OSGi adalah sistem modul dan layanan platform untuk Java bahasa pemrograman yang menerapkan lengkap dan dinamis model komponen , sesuatu yang seperti tahun 2012 tidak ada di Jawa standalone / VM lingkungan. Aplikasi atau komponen (datang dalam bentuk dari bundel untuk penyebaran) dapat jarak jauh diinstal, mulai, berhenti, diperbarui, dan dihapus tanpa memerlukan restart, pengelolaan paket Jawa / kelas ditentukan dengan sangat rinci. Aplikasi manajemen siklus hidup (start, stop, install, dll) dilakukan melalui API yang memungkinkan untuk remote download dari kebijakan manajemen. Registri layanan memungkinkan berkas untuk mendeteksi penambahan layanan baru, atau penghapusan layanan dan beradaptasi sesuai.
Spesifikasi OSGi telah bergerak melampaui fokus asli gateway layanan, dan sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source Eclipse IDE. Area aplikasi lainnya termasuk mobil, otomasi industri, otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan, armada manajemen dan aplikasi server .

1.2. Arsitektur (Architecture)
Setiap kerangka yang menerapkan standar OSGi menyediakan suatu lingkungan untuk modularisasi aplikasi ke dalam bundel kecil. Setiap bundel adalah koleksi, erat dynamically loadable kelas, guci, dan file konfigurasi yang secara eksplisit menyatakan dependensi eksternal mereka (jika ada).
Kerangka ini secara konseptual dibagi menjadi bidang-bidang berikut:

1. Bundle Bundel adalah sekelompok kelas Java dan sumber daya tambahan yang dilengkapi dengan manifes rinci MANIFEST.MF file pada semua isinya, serta layanan tambahan yang diperlukan untuk memberikan kelompok termasuk kelas Java perilaku yang lebih canggih, sejauh deeming seluruh agregat komponen.

2. Layanan
Layanan yang menghubungkan lapisan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan, menerbitkan dan menemukan model dapat mengikat Java lama untuk menikmati objek (POJO). Siklus hidup menambahkan lapisan bundel dinamis yang dapat diinstal, mulai, berhenti, diperbarui dan dihapus. Buntalan bergantung pada lapisan modul untuk kelas loading tetapi menambahkan API untuk mengatur modul – modul dalam run time. Memperkenalkan lapisan siklus hidup dinamika yang biasanya bukan bagian dari aplikasi. Mekanisme ketergantungan luas digunakan untuk menjamin operasi yang benar dari lingkungan.

3. Layanan Registry
The API untuk jasa manajemen (ServiceRegistration , ServiceTracker dan ServiceReference).

4. Life-Cycle
The API ntuk manajemen siklus hidup untuk (instal, start, stop, update, dan uninstall) bundel.

5. Modul
Lapisan ang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode).

6. Keamanan
Lapisan yang menangani aspek keamanan dengan membatasi fungsionalitas bundel untuk pra-didefinisikan kemampuan.

7. Eksekusi Lingkungan
Mendefinisikan apa yang metode dan kelas yang tersedia dalam platform tertentu. Tidak ada daftar tetap eksekusi lingkungan, karena dapat berubah sebagai Java Community Process menciptakan versi baru dan edisi Jawa.

Manajemen Data Telematika

Manajemen Data Telematika adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika.

Manajemen Data pada telematika terdiri dari :
Manajemen Data Sisi Klien
Manajemen Data yang terjadi pada sisi klien dapat kita pahami pada DBMS dibawah ini.
Merupakan suatu DBMS yang terdapat pada peralatan bergerak (mobile device). mobile DBMSadalah versi khusus dari sebuah departemen atau perusahaan DBMS. Ini dirancang untuk digunakan dengan remote pengguna yang biasanya tidak terhubung ke jaringan. DBMS memungkinkan mobileakses database lokal dan modifikasi pada laptop atau perangkat genggam, seperti PDA atauPocketPC Palm. Selanjutnya, mobile DBMS menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi perubahan basis data jauh terpusat, perusahaan atau departemen server database. [1]
Manajemen Data Sisi Server
Manajemen Data yang terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.
MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial. Memindahkan objek dapat diklasifikasikan ke dalam bergerak poin dan bergerak daerah. Memindahkan objek hanya relevan tergantung waktu posisi dalam ruang. Mereka bisa mobil, truk, pesawat terbang, kapal atau ponsel pengguna. Pindah daerah objek bergerak dengan rupa seperti badai, hutan file, tumpahan minyak, wabah penyakit, dan sebagainya. Pindah daerah berubah posisi dan geometri objek dengan waktu sambil bergerak poin hanya berubah posisi benda.
Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak
Sebuah sistem manajemen basisdata relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehinggal dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi perusahaan. Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini dipandang sebagai terlalu “statis”. Spekulasipun bermunculan terhadap kemungkinan untuk membuat sebuah sistem basisdata generasi baru yang menggunakan model “relasional secara dinamis” dengan kolom yang bisa dibuat secara dinamis, ukuran yang berkembang secara dinamis, didefinisikan secara dinamis. Setiap baris dapat diimplementasikan sebagai map (kamus ataupun larik asosiatif) dan kolom-kolom yang tidak dikenal secara sederhana disajikan sebagai field kosong. Beberapa kalangan menganggap hal ini menyalahi model relasioal murni, namun kalangan lain menyanggah bahwa sebuah penggunaan map hanyalah sebagai detil implementasi saja. Sehingga dalam pandangan ini, sebuah “kolom yang tidak ditemukan/tidak ada” secara sederhana hanyalah dipandang sebagai perihal interpretasi dan dianggap sebagai pilihan cara penyajian saja.
Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaanya. Komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protocol) telah menunjukkan potensi sebagai layanan internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan para pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari layar kecil pada telepon genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP bekerja pada berbagai teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar missal bagi penciptaan layanan data bergerak.

Selasa, 12 November 2013

middleware telematika

Istilah middleware didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP Jadi memang letaknya benar-benar berasa di tengah-tengah lapisan aplikasi pada sebuah aplikasi. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi. Perangkat lunak middleware adalah perangkat lunak yang terletak diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di sistim operasi. Ada beberapa fungsi dari middleware yang perlu kalian ketahui, diantaranya :
1. Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
2. Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
3. Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.
Tujuan Umum Middleware Telematika


Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan.
Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda.
Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
Ø    Open Software Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE),
Ø    Object Management Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
Ø    Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model).

Perkembangan middleware dari waktu ke waktu semakin pesat. Membuat kita sebangi salah satu penggunanya selalu dituntut untuk terus meng-update informasi agar mengetahui perkembangan tentang middleware tersebut. Perkembangannya dapat dikatagorikan sebagai berikut:
1. On Line Transaction Processing (OLTP), merupakan perkembangan awal dari koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an. UNIX OLTP lainnya seperti: Encina, Tuxedo pada era 80-an, serta DIGITAL CICS untuk UNIX yang memperkenalkan konsep dowsizing ke pasar.
2. Remote Procedure Call (RPC), menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sis administrasinya.

Contoh Layanan Middleware
>>      Transaction Monitor
>>.      Produk pertama yang disebut middleware.
>>.      Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database, untuk menyakinkan bahwa semua transaksi   ke database terlayani dengan baik
>>.      Messaging Midleware
>>.      Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
>>.      Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke ujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat.
>>.      Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi
Contoh Layanan Midleware
>>.      Distributed Object Middleware.
Contoh : RPC, CORBA dan DCOM/COM
>>.      Middleware basis data
Contoh : menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi
>>.      Application Server Middleware
Contoh :  J2EE Application Server, Oracle Application Server
Middleware di masa yang akan datang
Saat ini, hampir seluruh aplikasiterd istribusi dibangun denganmenggunakanmiddleware.  Menurut IDC, sepanjang 2003, kebutuhan terhadap teknologimiddleware akan naik di berbagai segmen, termasuk juga Linux. Terlebih, Linux memiliki juga potensi untuk berkembang menjadi sistem operasi untukembedded systems. Dengan prediksi pasar embedded sytems mencapai $1.4 milliar di tahun 2006 dan laju pertumbuhan per tahun (CAGR) 18.6 persen (laporan IDC 2003), kebutuhan middleware sebagai penghubung beragam sistem akan meningkat.  Masih menurut IDC, perkembangan segmen middlewareterbesar akan terjadidalam alat yang membantu system manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.

Selasa, 05 November 2013

TEKNOLOGI YANG TERKAIT ANTARMUKA TELEMATIKA

Antarmuka telematika adalah sebuah kegiatan telematika yang berhubungan langsung dengan pengguna. Terdapat 6 ( enam ) teknologi yang terkait antaramuka telematika yaitu :

1. Head Up Display (HUD)
2. Tangible User Interface
3. Computer Vision
4. Browsing Audio Data
5. Speech Recognition
6. Speech Synthesis
Perincian dari ke 6 ( enam )  teknologi tersebut adalah :

1. Head Up Display (HUD)
   Sebuah head-up display systems, atau disingkat HUD, adalah suatu tampilan transparan yang menyajikan data tanpa mengharuskan pengguna untuk melihat dari sudut pandang biasa mereka. Asal usul nama ini berasal dari pilot yang dapat melihat informasi dengan kepala “dinaikkan” dan melihat ke depan, bukan memandang sudut bawah untuk melihat ke instrumen yang lebih rendah. Meskipun HUD pada awalnya dikembangkan untuk penerbangan militer, HUD sekarang telah digunakan dalam pesawat komersial, mobil, dan aplikasi lainnya.  Helmet Mounted Displays (HMD) secara teknis merupakan sebuah bentuk dari HUD, perbedaannya adalah bahwa HMD menampilkan elemen tampilan yang bergerak dengan berorientasi pada kepala pengguna relatif terhadap pesawat. Banyak pesawat tempur modern (seperti F/A-18, F-22, Eurofighter) menggunakan baik HUD maupun HMD secara bersamaan.

2. Tangible User Interface
   Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung. Sebuah contoh nyata adalah Marmer UI Answering Machine oleh Durrell Uskup (1992). Sebuah kelereng mewakili satu pesan yang ditinggalkan di mesin penjawab. Menjatuhkan marmer ke piring diputar kembali pesan atau panggilan terkait kembali pemanggil. Contoh lain adalah sistem Topobo. Balok-balok dalam LEGO Topobo seperti blok yang dapat bentak bersama, tetapi juga dapat bergerak sendiri menggunakan komponen bermotor. Seseorang bisa mendorong, menarik, dan memutar blok tersebut, dan blok dapat menghapal gerakan-gerakan ini dan diulang mereka.

   Pelaksanaan lain memungkinkan pengguna untuk membuat sketsa gambar di atas meja sistem dengan pena yang benar-benar nyata. Menggunakan gerakan tangan, pengguna dapat mengkloning gambar dan peregangan dalam sumbu X dan Y akan hanya sebagai salah satu program dalam cat. Sistem ini akan mengintegrasikan kamera video dengan gerakan system pengakuan. Contoh lain adalah logat, pelaksanaan TUI membantu membuat produk ini lebih mudah diakses oleh pengguna tua produk. 'teman' lewat juga dapat digunakan untuk mengaktifkan interakasi yang berbeda dengan produk.

   Beberapa pendekatan telah dilakukan untuk membangun middleware untuk TUI generik. Mereka sasaran menuju kemerdekaan aplikasi domain serta fleksibilitas dalam hal teknologi sensor yang digunakan. Sebagai contoh, Siftables menyediakan sebuah platform aplikasi yang sensitif menampilkan gerakan kecil bertindak bersama-sama untuk membentuk antar muka manusia – computer. Dukungan kerjasama TUIs harus mengizinkan distribusi spasial, kegiatan asynchronous, dan modifikasi yang dinamis, TUI infrastruktur, untuk nama yang paling menonjol. Pendekatan ini menyajikan suatu kerangka kerja yang didasarkan pada konsep ruang tupel LINDA untuk memenuhi persyaratan ini. Kerangka kerja yang dilaksanakan TUI untuk menyebarkan teknologi sensor pada semua jenis aplikasi dan aktuator dalam lingkungan terdistribusi.

3. Computer Vision
   Computer Vision adalah ilmu pengetahuan dan teknologi mesin yang dapat mengerti, di mana “mengerti” dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari sebuah gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan beberapa tugas. Sebagai suatu disiplin ilmu, computer vision berkaitan dengan teori di balik sistem buatan yang mengekstrak informasi dari suatu gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi, computer vision berusaha untuk menerapkan teorinya dan modelnya untuk pembangunan sistem computer vision. Contoh aplikasi computer vision mencakup sistem untuk :

a. Proses pengendalian (misalnya, suatu industri robot atau kendaraan otonom) Mendeteksi peristiwa (misalnya, untuk pengawasan visual atau perhitungan penduduk)
b. Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database gambar, dan urutan gambar)
c. Memodelkan objek atau lingkungan (misalnya, penyelidikan industri, analisis citra medis, atau pemodelan topografi)
d. Interaksi (misalnya, sebagai masukan ke perangkat untuk interaksi manusia dan komputer).

4. Browsing Audio Data 

   Browsing Audio Data Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut ; Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi. Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio data melalui Internet.

5. Speech Recognition

   Speech Recognition yang juga dikenal sebagai Automatic Speech Recognition atau Computer Speech Recognition, dapat mengkonversikan kata-kata lisan menjadi teks. Istilah “pengenalan suara” terkadang digunakan untuk merujuk kepada sistem pengenalan yang harus dilatih untuk pembicara tertentu, sebagai suatu kasus khusus untuk kebanyakan pengenalan perangkat lunak desktop. Mengenali pembicara dapat menyederhanakan tugas menerjemahkan pembicaraan. Speech recognition adalah solusi yang lebih luas yang mengacu pada teknologi yang dapat mengenali pembicaraan tanpa ditargetkan pada pembicara tunggal seperti sistem call center yang dapat mengenali suara dengan sendirinya. Aplikasi speech recognition mencakup voice user interface seperti voice dialing, call routing, pengendali alat domotic, pencarian, memasukkan data sederhana, persiapan dokumen terstruktur, pemrosesan speech-to-text, dan pesawat.

6. Speech Synthesis 

   Speech Synthesis adalah produk buatan dari pembicaraan manusia. Sebuah sistem komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech synthesizer, dan dapat diterapkan dalam perangkat lunak atau perangkat keras. Sistem text-to-speech (TTS) mengkonversi bahasa teks normal ke dalam pembicaraan, sistem lain membuat representasi bahasa isyarat seperti transkripsi fonetik ke dalam pembicaraan. Speech synthesis dapat dibuat dengan menggabungkan potongan rekaman pembicaraan yang tersimpan dalam database. Sistem berbeda dalam ukuran dari unit pembicaraan yang tersimpan, sebuah sistem yang menyimpan telepon atau diphones menyediakan berbagai output terbesar, tetapi mungkin kurang jelas. Untuk domain penggunaan khusus, penyimpanan seluruh kata atau kalimat memungkinkan untuk output berkualitas tinggi. Atau, synthesizer dapat menggabungkan sebuah model dari saluran vokal dan karakteristik suara manusia untuk membuat output suara “sintetik” yang lengkap. Kualitas speech synthesizer dinilai oleh kesamaan dengan suara manusia dan dengan kemampuannya untuk dipahami. Sebuah program text-to-speech cerdas memungkinkan orang dengan gangguan penglihatan atau tuna aksara untuk mendengarkan karya tulis pada komputer rumahan. Banyak sistem operasi komputer telah menyertakan speech synthesizer sejak awal 1980-an.

   Kualitas sistem speech synthesis yang paling penting adalah kealamian dan dimengerti. “Kealamian” menggambarkan seberapa dekat output suara seperti pembicaraan manusia, sedangkan “dimengerti” adalah kemudahan dengan suatu output yang dimengerti. Speech synthesizer yang ideal adalah alami dan dimengerti. Sistem speech synthesis biasanya mencoba untuk memaksimalkan kedua karakteristik. Dua teknologi utama untuk menghasilkan bentuk gelombang speech synthesis adalah concatenative synthesis dan formant synthesis. Setiap teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan, dan maksud penggunaan dari sistem sintesis akan menentukan pendekatan yang akan digunakan.