Links

widget

Kamis, 19 April 2012

bahaya bahan pengawet pada makanan

Bahaya bahan pengawet yang tak disadari oleh manusia. 
Bahan pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikrorganisme seperti jamur (fungi), bakteri dan lainnya.
Ada bahan pengawet yang legal karena menurut BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dalam kadar tertentu aman di gunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan. ini dapat mengganggu kesehatan tentunya Misalnya: Benzoat, propionat, nitrit, nitrat, sorbat dan sulfit. Namun, jika dikosumsi dalam waktu yang lama, akumulasi bahan tersebut tetap rawan menimbulkan gangguan kesehatan. Terlebih, ada beberapa pengawet yang statusnya masih syubhat seperti nisin dan potasium nitrat. Hal ini terkait dengan media fermentasi dan asal bahannya.

Ada juga bahan pengawet yang dilarang karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti: formalin dan borak. Sayangnya kedua bahan di atas masih sering digunakan pada produk-produk home industri seperti tahu, mie, mengawetkan ikan, daging, buah, dan sayuran dengan kadar yang tak terkontrol. Para nelayan misalnya, tidsk sedikit memilih menggunakan formalin dari pada es batu karena faktor murah dan praktis. Buah-buahan di supermarket juga rawan formalin (bahan pengawet).

Padahal formalin atau borak dapat menimbulkan gangguan hati, jantung, pencernaan, kanker dan ginjal dan lainnya. Pada dosis cukup tinggi, pengawet ini bisa mengakibatkan, pusing, mual, dan muntah, mencret, kram perut, kejang, depresi susunan saraf dan gangguan peredaran darah. Dalam dosis kecil, pengawet akan diserap tubuh dan efeknya baru akan dirasa setelah akumulasi (jumlah) pengawet dalam tubuh tinggi. Kadar formalin hingga 60% bisa dikurangi dengan cara meredam dengan air, air leri (perasan beras) atau air garam selama 1 jam. 

RINGKASAN JURNAL TEORI ORGANISASI UMUM 2

Kelompok 6:
- Dipo Sumar Prabowo
-Banu Satria Imam Anggara
-Ramzi Wahid


ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN BERAS DI LUAR JAWA




Penulis: ANDI IRAWAN
Model Persamaan Simultan
24 halaman jurnal


PENDAHULUAN
Pasca penghargaan swasembada, ada kesan di kalangan pengambil kebijakan
masalah pangan khususnya beras dianggap telah tuntas(penghargaan FAO tahun 1984). Namun dikejutkan pada tahun 1989 kita telah mengimpor beras sebesar 464.449 ton bahkan 10 tahun kemudian kita dikejutkan dengan jumlah impor yang sangat spektakuler yakni sebesar 5,8 juta ton di tahun 1998. Hal ini disebabkan karena mulai 1984 di pulau jawa lahan-lahan sawah subur digunakan untuk kepentingan industri dan perumahan. Walaupun selanjutnya ada Keppres No 32 tahun 1992 tentang larangan pengalihan fungsi lahan irigasi teknis di Pulau Jawa, tetapi gagal mencegah proses 
konversi lahan-lahan irigasi di Jawa.



MASALAH
Akibat problem konversi lahan di pulau Jawa, maka potensi produksi gabah hilang sekitar 7,5 ton per tahun. Jika konversi lahan dengan laju yang begitu cepat sampai tahun 2020, maka potensi kehilangan gabah di Jawa sekitar 82 juta ton per tahun, setara dengan pemenuhan kebutuhan beras bagi seratus juta penduduk pulau Jawa tahun 2020, sementara hingga saat ini 63 persen suplai beras nasional masih bersumber dari pulau Jawa.




 DAFTAR PUSTAKA
Colman, D. and T. Young. 1990. Principles of Agricultural Economic Market and Prices
in Less Developed Countries. Cambridge University Press. Cambridge.
Hutauruk, J. 1996. Analisis Dampak Kebijakan Harga Dasar Padi dan Subsidi Pupuk
Terhadap Permintaan dan Penawaran beras di Indonesia. Tesis Magister Sains
Institut Pertanian Bogor.
Intrigator, M.D. 1978. Econometric Models, Techniques and Application. Prentice-Hall
International. New Delhi.
Irawan, A. 1997 (a). Kebijakan Harga dan Keberlanjutan Produksi Padi. Ekonomi dan
Keuangan Indonesia (EKI): 15 (4): 579-586.
--------. 1997(b). Kebijakan Harga dan Keberlanjutan Produksi Padi di luar Jawa.
Kompas 13/2/ 1997.
-------- . 1998. Analisis Respon Penawaran Padi Sawah dan Ladang di Jawa dan Luar
Jawa. Studi Respon Penawaran. Tesis Magister Sains Institut Pertanian Bogor.
--------. 1999. Analisis Respon Penawaran Padi Sawah dan Ladang di Jawa dan Luar
Jawa. Ekonomi dan Keuangan Indonesia (EKI): 17 (1):19-31.
--------. 2000. Perilaku Suplai Padi Indonesia dan Implikasinya terhadap Peningkatan
Produksi dalam Prosiding Perspektif Pembangunan Pertanian dan Kehutanan tahun
2001 ke Depan. ISBN:979-8094-68-9.
Kasyrino, F. 1996. “Arah Pengembangan Agribisnis di Pulau Jawa pada Abad 21”.
Makalah disampaikan dalam Konferensi Nasional Masa Depan Pulau Jawa abad
21. Jakarta 29 - 30 Oktober 1996.
Koutsoyianis, A. 1977. Theory of Econometrics. Second Edition. The MacMillan Press
Ltd. London.
Mulyana, A. 1998. Keragaan Penawaran dan Permintaan Beras Indonesia dan Prospek
Swasembada Menuju Era Perdagangan Bebas Suatu Analisis Simulasi. Disertasi
Doktor Institut Pertanian Bogor.
Dahuri, R dan A. Saefuddin. 1996. Pembangunan Agribisnis Berwawasan
Lingkungan. Makalah disampaikan dalam Forum Komunikasi Tanggapan
Pendidikan Tinggi dalam Bidang Agroindustri Menghadapi Era Pasar Bebas.
Cisarua 8-11 Desember 1996.
Theil, H and A. Zellner. 1962. Three Stages Least Squares; Simultaneous Estimation of
Simultaneous Equation. Econometrica 1:54-80.





HIPOTESIS
Penyusutan lahan di Jawa seperti dikemukakan di atas tak pelak lagi menjadi
kontribusi utama turunnya produksi beras nasional. Di tahun 1998, pemerintah terpaksa
mengimpor beras dalam jumlah yang sangat mengejutkan yakni sebesar 5,8 juta ton.
Sementara itu sentra produksi beras di luar Pulau Jawa sampai sekarang belum juga
mampu menyamai prestasi lahan dan petani di Pulau Jawa, dimana produktivitas padi
sawah dan ladang tahun 1996-2000 di Jawa adalah rata-rata 50,14 kuintal per hektar lebih
tinggi 43% dibanding produktivitas luar Jawa yang rata-rata hanya sebesar 35,05 kuintal
per hektar (Irawan, 2000)






Lahan sawah di Pulau Jawa sendiri tampaknya akan terus bergeser menjadi lahan
untuk industri dan jasa sehingga dalam era selanjutnya kawasan luar Jawa diharapkan
akan menjadi tumpuan harapan untuk berperan besar. Untuk mengetahui apakah
memang kawasan luar Jawa mampu menjadi subtitusi penting sebagai pensuplai beras
nasional dikaitkan dengan kondisi permintaan (konsumsi) beras dan sejumlah kebijakan
perberasan di Indonesia, maka sangat diperlukan informasi tentang perilaku penawaran
dan permintaan beras luar Jawa.
Informasi dari keragaan pasar padi/beras luar Jawa ini diharapkan dapat
memberikan suatu saran kebijakan sehubungan dengan kawasan luar Jawa di masa
mendatang sebagai pendukung ketersedian pangan (beras) nasional




II. VARIABLE YANG DIGUNAKAN


2.1. Fungsi Produksi dan Penawaran Beras
Fungsi produksi padi dapat dirumuskan sebagai berikut:
Qs = q (A, F, L V) …………………(2.1)
Dimana: Qs = Jumlah produksi padi (unit)
A = Luas Areal padi (unit)
F = Jumlah pemakaian pupuk (unit)
L = Jumlah tenaga kerja (unit)
V = Faktor produksi lainnya (unit)

Untuk memaksimumkan produksi padi dibutuhkan biaya tertentu. Perumusan
biaya dalam bentuk anggaran total adalah sebagai berikut:
B = Bo + Pa A + Pf F + Pl*L + Pv*V ………… (2.2)
Dimana:
B = Biaya total (Rp)
Bo = Biaya Peubah (Rp)
Pa = Harga lahan (Rp/unit)
Pf = Harga pupuk (Rp/unit)
Pl = Harga tenaga kerja (Rp/unit)
Pv = Harga faktor produksi lainnya (Rp/unit)



2.2. Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan beras diturunkan dari fungsi utilitas konsumen. Fungsi utilitas
dapat dirumuskan sebagai berikut:
U = u(Qd, R) ……………………………………(2.14)
Dimana:
U = Total utilitas dari beras (unit)
Qd = Jumlah beras yang dikonsumsi (unit)
R = Jumlah komoditi lain yang dikonsumsi (unit)

suatu komoditi pada tingkat harga yang berlaku dan tingkat pendapatan tertentu. Dengan
demikian sebagai kendala untuk memaksimumkan fungsi utilitas adalah sebagai berikut:
Y = Pb * Qd + Pr * R ……………………………. (2.15)
Dimana:
Y = Tingkat Pendapatan (Rp)
Pb = Harga beras (Rp/unit)
Pr = Harga komoditi lain (Rp/unit)



2.3. Respon Beda Kala Komoditas Pertanian
Salah satu karakteristik utama produk pertanian adalah tenggang waktu antara menanam dengan memanen (gestation period). Jika   terjadi peningkatan harga beras (gabah) maka tidak segera diikuti oleh peningkatan produktivitas dan areal karena keputusan alokasi sumberdaya telah ditetapkan pada saat sebelumnya, hal ini menurut Tomek dan Robinson (1990) disebut asset fixity (kekakuan aset).

Petani tidak akan dapat segera menyesuaikan
kegiatan produksi mereka sebagai respon setelah adanya stimulus pasar. Hal ini terjadi
karena alasan-alasan sebagai berikut:
1. Secara psikologis, adanya hambatan untuk segera melakukan perubahan karena
telah terbiasa (habit) dengan perilaku lama. Di sini muncul faktor kelembaman
(inersia) dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan. Misalnya saja orang tidak
akan segera meningkatkan konsumsinya begitu terjadi kenaikan pendapatan
mereka karena penyesuaian untuk meningkatkan konsumsi ini memerlukan
waktu. Dalam bidang pertanian kelembaman ini juga terjadi, misalnya jika
terdapat perubahan yang melibatkan adopsi teknologi baru yang secara tradisional
tidak diusahakan.
2. Perlunya penyesuaian parsial karena adanya kendala kelembagaan seperti kuota
produksi dan ketersediaan sarana pendukung berupa kredit usahatani. Jika terjadi
perubahan harga faktor produksi maka petani memerlukan waktu untuk
melakukan subtitusi input dan hal ini membutuhkan tenggang waktu (gestation
period).

3. Adanya kendala kelembagaan seperti adanya kontrak/perjanjian, maka selama
masa kontrak pihak yang terlibat harus mentaatinya, dalam hal pertanian alokasi
sumberdaya baru dapat dilakukan setelah kontrak selesai.




2.4. Model Distribusi Beda Kala
Nerlove (1958) berpendapat tidak mudah menghitung elastisitas penawaran
jangka pendek karena sebenarnya merupakan elastisitas titik sehingga nilainya berubah pada titik yang berbeda. Sedang elastisitas jangka panjang sukar dihitung secara langsung. Ia menawarkan cara baru dengan model distribusi beda kala penyesuaian parsial yang kemudian terbukti dapat menjelaskan fenomena penawaran dengan lebih baik.

Estimasi distribusi beda kala dapat dilakukan dalam tiga kelompok pendekatan
(Nerlove (1958):
1. Metode penaksiran khusus. Merupakan suatu pendekatan dengan tidak
mengemukakan suatu asumsi yang spesifik tentang bentuk distribusinya dengan
cara menghentikan proses model regresi jika koefisien pada peubah beda kala
yang dimasukkan mulai tidak nyata secara statistik atau koefisien regresinya
berubah tanda saat peubah bebasnya ditambah.
2. Dengan mengasumsikan suatu bentuk umum distribusi beda kala dan
mengestimasi parameter yang menegaskan distribusinya dengan tepat. Dalam
kelompok ini ada cara dari Koyck, Friedman, Fisher dan Cagan.
3. Metode penyesuaian parsial dengan mengembangkan suatu model dinamik yang
eksplisit mengenai perilaku produsen, yang antara lain dikembangkan oleh
(Nerlove, 1958). Pendekatan pertama dikritik karena memiliki beberapa
kelemahan seperti tidak adanya petunjuk apriori mengenai panjang maksimum
beda kala, masalah pada derajat bebas; jika peubahnya banyak menyebabkan
derajat bebasnya kecil serta ada kecenderungan multikolinearity yang tinggi.



2.5. Model Penyesuaian Parsial
Model distribusi beda kala penyesuaian parsial yang dikembangkan Nerlove
merupakan model yang populer digunakan dalam studi-studi respon penawaran. Dalam
bentuk yang paling sederhana yaitu model penyesuaian parsial sederhana berderajat satu,
misalnya dalam konteks respon areal padi terhadap harga. Areal panen padi yang
diinginkan (A*
t) dipengaruhi oleh tingkat harga komoditas, maka persamaannya menjadi:
A*t= bo + b1 X t + ut ......... (2.22)
dimana
A*t= areal panen yang diinginkan
X t= harga beras


2.6. Model Respon Penawaran Padi
Model empiris penawaran padi yang digunakan dalam penelitian ini pada
dasarnya menggunakan model penyesuaian parsial Nerlove. Untuk memperoleh dugaan
respon penawaran maka dilakukan pendugaan tak langsung. Ghatak dan Ingersen dalam
Irawan (1999) mengatakan bahwa hubungan antara luas areal panen, produktivitas dan
out put, dalam bentuk yang sederhana adalah output (Q) dispesifikasikan sebagai
perkalian antara luas areal panen (A), produktivitas (Y) dan peubah teknis dan ekonomi
lainnya (Z), sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:
Q = A.Y ............(2.26)
Diasumsikan areal panen (A) dan produktivitas (Y) merupakan fungsi dari harga,
sehingga respon terhadap perubahan harga (P) adalah sebagai berikut:
A = A(P,Z...)
Y = Y(P, A, Z, ...)



III. KONTRUKSI MODEL DAN PROSEDUR ANALISIS


3.1. Konstruksi Model
Model dalam studi ini dirumuskan melalui persamaan-persamaan yang terdiri dari peubah-peubah penjelas (explanatory variables) yang digunakan dalam model ekonomi beras luar Jawa ini. Terdapat 10 peubah endogen yang menjelaskan perilaku luas areal panen, produktivitas padi, produksi padi dan beras, impor beras nasional, permintaan beras luar Jawa, perubahan stok luar Jawa, harga padi dan harga beras. Berdasarkan kriteria ekonomi, statistik dan ekonometrika, maka model struktural yang
disajikan dalam studi ini adalah model yang dinyatakan yang paling memuaskan.


3.2. Identifikasi Model
Dalam identifikasi model struktural ada beberapa unsur yang harus diperhatikan
(Koutsoyiannis, 1977) antara lain:
1. Jumlah current endogenous variables dalam model =G
2. Jumlah current endogenous variables yang terdapat pada setiap persamaan =g
3. Jumlah predetermined variables dalam model = K
4. Jumlah predetermined variables yang terdapat pada setiap persamaan = k
Menurut order condition, suatu persamaan dapat diidentifikasikan jika jumlah
peubah yang tercakup dalam persamaan lebih besar atau sama dengan jumlah seluruh
peubah endogen dikurangi satu. Dengan demikian rumus identifikasi model struktural
menurut order condition adalah sebagai berikut:
(G-g) + (K-k) ³ (G-1)


3.3. Motode Pendugaan Model
Jika persamaan dalam model struktural semuanya over identified maka persamaan ini dapat diduga dengan metode LIML (Limited Information Maximum Likelihood), FIML (Full Information Maximum Likelihood), 2SLS (Two Stage Least Squares) atau 3SLS (Three Stage Least Squares). Pemilihan metode di atas disesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan koefisien persamaan struktural secara simultan.
Pendugaan parameter secara simultan akan membantu simulasi kebijakan secara tepat dan efisien.


4.1. Areal Panen dan Produktivitas Padi di Luar Jawa
Koefisien determinasi (R2) dari persamaan areal dan produktivitas cukup tinggi yakni masing-masing 0,8597 dan 0,8719. Nilai R2 dari persamaan areal sebesar 0,8597 berarti 85,97 persen dari variasi dari areal panen dapat dijelaskan oleh variasi peubahpeubah penjelasnya. Sedangkan nilai R2 dari persamaan produktivitas sebesar 0,8719. Informasi di atas menunjukkan bahwa yang mempengaruhi perilaku produksi padi
di Luar Jawa adalah harga padi, dimana petani merespon harga yang tinggi dengan meningkatkan produksi padi dengan cara meningkatkan luas areal (ekstensifikasi). Adapun nilai elastisitas luas areal terhadap harga adalah inelastis yakni 0,4725 yang berarti jika harga padi (gabah) naik sebesar 10 persen maka akan meningkatkan arealpadi sebesar 4,725 persen.


4.2. Stok Beras Luar Jawa 
SAMPLING


Keterangan: Huruf dibelakang nilai t-hitung menunjukkan taraf nyata (a) yaitu:
A berarti berbeda nyata dengan nol pada taraf a = 0,01
B berarti berbeda nyata dengan nol pada taraf a = 0,05
C berarti berbeda nyata dengan nol pada taraf a = 0,10
D berarti berbeda nyata dengan nol pada taraf a = 0,15
E berarti berbeda nyata dengan nol pada taraf a = 0,20
Impor nasional juga berpengaruh siknifikan terhadap stok beras luar Jawa pada
taraf a = 0,10. Elastisitas stok beras luar Jawa terhadap impor nasional ini adalah
inelastis baik dalam jangka pendek (0,2248) dan jangka panjang (0,6972). Hal ini
menunjukkan jika impor beras nasional naik sebesar 10 persen maka akan meningkatkan
stok beras luar Jawa sebesar 2,248 persen dalam jangka pendek dan 6,972 dalam jangka
panjang.
Produksi beras luar Jawa juga siknifikan pengaruhnya terhadap stok beras luar
Jawa pada taraf a = 0,05. Adapun nilai elastisitas stok beras luar Jawa terhadap
produksi beras luar Jawa adalah elastis baik dalam jangka pendek (2,66) dan jangka
panjang (8,25) yang menunjukkan jika produksi beras luar Jawa naik sebesar 10 persen
maka akan meningkatkan stok beras luar Jawa sebesar 26,6 persen dalam jangka pendek dan 82,5 persen dalam jangka panjang.


4.3. Impor Beras Nasional
Koefisien determinasi (R2) persamaan impor beras nasional adalah 0,6102 yang berarti 61,02 persen variasi peubah impor beras nasional dapat dijelaskan oleh variasi peubah-peubah penjelasnya. Harga impor berpengaruh siknifikan terhadap impor beras nasional pada taraf
a = 0,15. Adapun nilai elastisitas impor beras nasional terhadap harga impor adalah elastis baik dalam jangka pendek (-1,089) dan jangka panjang (-2,1195). Artinya jika harga impor naik sebesar 1 persen maka akan menurunkan impor sebesar 1,089 persen dalam jangka pendek dan 2,1195 persen dalam jangka panjang.

4.4. Permintaan Beras Luar Jawa
Koefisien determinasi (R2) persamaan permintaan beras luar Jawa adalah 0,9892 yang berarti 98,92 persen variasi peubah permintaan beras luar Jawa dapat dijelaskan oleh variasi peubah-peubah penjelasnya.
Harga beras eceran berpengaruh tidak siknifikan terhadap permintaan beras luar Jawa, namun tanda koefisien harga beras eceran yang negatif telah sesuai dengan yang diharapkan yakni jika harga eceran beras naik maka jumlah beras yang diminta cenderung turun.

4.5. Harga Padi dan Beras
Koefisien determinasi (R2) persamaan harga padi adalah 0,9939 yang berarti 99,39 persen variasi peubah harga padi dapat dijelaskan oleh variasi peubah-peubah penjelasnya. Sedangkan koefisien determinasi (R2) persamaan harga beras adalah 0,9954 menunjukkan 99,54 persen variasi peubah harga beras dapat dijelaskan oleh variasi peubah -peubah penjelasnya.

5.1. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1. Perilaku areal panen padi di luar Jawa ternnyata hanya dipengaruhi oleh harga
padi. Walaupun demikian elastisitas areal panen terhadap harga padi adalah
inelastis. Fenomena ini menunjukkan harga padi akan mendorong petani
meningkatkan produksi padi melalui peningkatan areal (ekstensifikasi), bukan
melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi) karena harga padi tidak
siknifikan pengaruhnya terhadap produktivitas padi.
2. Produksi beras luar Jawa tidak siknifikan pengaruhnya terhadap impor
beras menunjukkan produksi beras di luar Jawa belum mampu menjadi
kontributor yang siknifikan dalam mengurangi impor beras nasional. Hal ini
menunjukkan luar Jawa belum berperan besar sebagai pensuplai beras nasional.
3. Permintaan beras di luar Jawa tidak dipengaruhi oleh harga beras tetapi sangat
ditentukan oleh jumlah penduduknya. Hal ini menunjukkan permintaan beras
luar Jawa di masa mendatang akan semakin meningkat sejalan dengan semakin
bertambahnya jumlah penduduk luar Jawa.
4. Harga padi di luar Jawa sangat ditentukan oleh harga dasar namun respon
(elastisitas) harga padi terhadap harga dasar adalah inelastis (kurang dari satu).
5. Harga beras eceran luar Jawa dipengaruhi oleh harga dasar dan harga padi dengan
nilai elastisitas harga beras eceran terhadap harga dasar dan harga padi itu adalah
inelastis.


5.2. Implikasi Kebijakan
Kebijakan yang dapat menolong harga padi di tingkat petani seperti harga dasar
dan subsidi input adalah penting untuk tetap diterapkan untuk memacu produksi beras di
luar Jawa. Hal ini karena harga dasar ini akan mempengaruhi harga padi dan
selanjutnya harga padi akan memacu petani untuk meningkatkan produksi melalui
ekstensifikasi.










Sabtu, 03 Maret 2012

Meningkatkan Daya Konsentrasi

Konsentrasi, adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam melakukan suatu hal. apalagi jika hal tersebut berlangsung lama. seperti mengerjakan ujian, tugas-tugas yang menumpuk dan segudang pekerjaan lain yang menuntut konsentrasi tinggi. Terutama bagi anda yang seorang pelajar, anda perlu berkonsentrasi dalam setiap pelajaran agar mampu menyerap pelajaran dengan baik. kemudian saat menerjakan Tes, konsentrasi juga sangat diperlukan. Ok, disini saya akan memberikan tips - tips untuk meningkatkan Daya Konsentarsi Otak Anda..Bira bisa berkonsentrasi sepanjang hari.




1. Minum Vitamin Otak

Kita semua tahu bahwa vitamin dapat melakukan banyak hal baik bagi tubuh kita. Jika Anda tidak memiliki nutrisi yang Anda butuhkan, maka otak kita akan memiliki kabut otak. Terdengar bodoh? Tapi itu benar.

2. Tingkatkan Aktivitas Fisik Anda

Jika Anda ingin meningkatkan konsentrasi, maka Anda harus mencoba untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda. Olahraga secara teratur tidak hanya membantu penampilan fisik Anda tetapi juga meningkatkan konsentrasi Anda.

3. Kurangi Konsumsi Gula Anda

Ya, Anda harus mengurangi konsumsi gula Anda. Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mengakibatkan efek yang keras pada tubuh Anda. Hal ini tidak akan membantu konsentrasi Anda. Memiliki kadar gula yang tinggi dalam sistem tubuh Anda dapat menyebabkan sistem tubuh Anda mudah terganggu.

4. Minum Banyak Air

Jika Anda tidak minum cukup banyak air, otak Anda akan menjadi lesu. Oleh karena itu, sangat masuk akal jika Anda minum banyak air. Minum air akan membantu untuk meningkatkan konsentrasi Anda.

5. Tidur Nyenyak Di Malam Hari

Jika Anda ingin memiliki hari yang sukses, maka sangat penting bagi Anda untuk memastikan Anda tidur dengan nyenyak di malam hari. Jika Anda tidak tidur dengan baik di malam hari, maka konsentrasi Anda tidak akan berjalan dengan baik pada hari berikutnya.

6. Menyelesaikan Masalah

Jika Anda memiliki sesuatu di pikiran Anda, maka hal itu dapat menyumbat konsentrasi Anda sampai Anda mengeluarkan hal itu dari pikiran Anda. Temukan seseorang yang Anda percaya dan ungkapkan semuanya. Ini bukan suatu hal yang salah, setiap orang melakukannya dari waktu ke waktu.

7. Mendapatkan Pijatan

Saya suka jika suami saya memijat saya. Saya tidak suka orang asing menyentuh tubuh saya, terutama jika suami saya dapat melakukan hal ini tanpa dipungut biaya. Saya menemukan bahwa pijatan yang baik selalu dapat meningkatkan konsentrasi saya dalam menjalani hari-hari yang sibuk.

Daur Ulang Sampah

      Pernahkah kita menghitung sudah berapa banyak sampah yang kita buang dalam sehari. Sisa makanan, kertas, barang-barang dari plastik, kain-kain bekas, tisu, botol-botol, bahkan mungkin sampai mainan-mainan atau peralatan rumah dan kendaraan yang tak terpakai lagi serta masih banyak lagi. Jika kita sedang jalan-jalan, coba lihat tempat sampah di wilayah pertokoan. Tempat sampah disana mungkin jadi menggunung dengan kardus-kardus bekas, kemasan styrofoam, kantong plastik, sisa-sisa makanan dari restoran, dan lain sebagainya. Lalu coba kita tengok tempat sampah di rumah sakit. Volumenya mungkin sama besarnya, tetapi sampahnya lebih banyak terdiri dari perban bekas, obat-obatan tak terpakai, botol-botol infus dan sebagainya. Diperkirakan bahwa rata-rata penduduk di kota membuang sampah sebanyak 1 – 2 kg sehari. 


Jenis-jenis sampah 
Sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/ biologis. Misalnya adalah sisa makanan 
Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Misalnya adalah plastik dan styrofoam 
Sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Misalnya adalah bahan kimia beracun 
Kompos adalah sampah yang teruraikan secara biologis, yaitu melalui pembusukan dengan bakteri yang ada di tanah, dan kerap digunakan sebagai pupuk.Jadi bisa dibayangkan banyaknya sampah seluruh kota dalam sehari. Apa jadinya bila sampah-sampah ini tidak tertangani? Tentunya tidak mustahil kalau kota kita tertimbun oleh sampah bukan? Karenanya, kita dianjurkan untuk meminimalkan terjadinya pembuangan sampah terutama yang tergolong sampah B3. 


Sampah menjadi masalah… 
Bagaimana kehidupan masyarakat kita ke depan, jika persoalan sampah tidak segera diselesaikan. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan, tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan. Berbagai kasus, seperti di Bantargerbang, Bojong Gede, dan Leuwigajah, mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan hal yang sepele. Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar sampah tidak menggunung dan membuat lingkungan tidak sehat? Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa kita lakukan yaitu menerapkan prinsip 4R : Replace (mengganti), reduce (mengurangi), re-use (memakai), dan recycle (daur ulang). 
Sistem Pengelolaan Sampah 
Ada berapa cara pembuangan sampah?
Secara garis besar ada tiga yaitu : cara kimiawi melalui pembakaran, cara fisik melalui pembuangan di TPA, dan cara biologis melalui proses kompos. Yang lazim dilakukan untuk sampah dalam jumlah besar adalah secara fisik. 


Bagaimana siklus sistem pengelolaan sampah? 
Sampah dari rumah-rumah dikumpulkan dan disimpan dalam tempat atau kontainer sementara, untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk diolah sebelum dibuang. 
Mengapa sampah yang dibuang harus diolah dulu? 
Tumpukan sampah yang tidak diolah terlebih dulu dapat mengundang lalat, tikus, pertumbuhan organisme- organisme yang membahaya- kan, mencemari udara, tanah dan air, serta… mengganggu kenyamanan kita! 
Bagaimana penanganan sampah di TPA? 
TPA sering juga disebut landfill, yaitu tempat pembuangan yang memiliki dasar impermeable (tidak tembus air) sehingga sampah yang diletakkan diatasnya tidak akan merembes hingga mencemari air dan tanah disekitarnya. Sampah- sampah yang datang diletakkan secara berlapis, dipadatkan, dan ditutupi dengan tanah liat untuk mencegah datangnya hama dan menghilangkan bau. TPA umumnya dibuat untuk bisa menampung sampah selama jangka waktu beberapa tahun. 


Apa itu insinerator? 
Insinerator adalah perangkat pembakaran sampah yang efisien dan bisa mengurangi polusi udara. Insinerator yang baik memiliki sistem penangkal pencemar udara di cerobongnya (walaupun tetap menyebabkan pencemaran udara), dan sanggup mengurangi volume sampah sampai 80%nya seusai dibakar 
REPLACE
Ganti dengan barang ramah lingkungan 
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami 


REDUCE
(Kurangi Sampah!) 
Coba cara-cara ini : 
Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja
Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis
Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama


RE-USE
(Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!) 
Coba cara-cara ini : 
Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah
Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus
Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya


RECYCLE
(Daur Ulang Sampah!) 
Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus.
Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini : 
Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang
Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang
Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang


Jangan bakar sampah sembarangan! 
Mengapa? Karena sampah bisa terdiri dari berbagai bahan yang belum tentu aman. Bahan seperti kaleng aerosol dapat meledak bila kena panas, sedangkan bahan dari plastik dan karet dapat menghasilkan gas yang menimbulkan kanker bila dibakar! Bila pembakaran tidak bisa dihindari, pastikan bahwa hanya sampah organik yang dibakar, tidak terlalu banyak sampah basah, dan lakukan jauh dari kerumunan orang banyak atau benda lain yang dapat memperburuk pembakaran. Kita tentunya tidak ingin menyebabkan kebakaran, bukan? 
Nah, mudah-mudahan dengan artikel ini kita semakin sadar bahwa masalah sampah jangan dianggap masalah yang sepele karena menyangkut kebersihan lingkungan kita. Jika lingkungan tak bersih bukan tak mungkin penyakit akan mudah mengenai kita… dan ingat selalu “Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan”.

Hukun Permintaan

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.




A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan 


Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. 




B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran


Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.




C. Macam-Macam Permintaan
Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain permintaan berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukung.

a. Permintaan Menurut Daya Beli
Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut.
1) Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.
2) Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contohnya Pak Luki sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli kulkas.
3) Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan. Contohnya Hendra ingin membeli sepatu olahraga. Akan tetapi uang yang dimiliki Hendra tidak cukup untuk membeli sepatu olahraga. Oleh karena itu keinginan Hendra untuk membeli sepatu olahraga tidak bisa terpenuhi.

b . Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya
Berdasarkan jumlah subjek pendukungnya, permintaan terdiri atas permintaan individu dan permintaan kolektif.
1 ) Permintaan individu
Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 
2 ) Permintaan kolektif
Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar




D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)


1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.


2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.


3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.


4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.


5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.


6. Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.






E.Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor selain harga. Pergeseran kurva permintaan ditunjukkan dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri.




Perhatikan kurva permintaan di atas. Kurva permintaan mengalami pergeseran ke kanan dari D ke D1 dan bergeser ke kiri dari D ke D2. Pergeseran ke kanan dari kurva permintaan menunjukkan pertambahan jumlah permintaan karena adanya peningkatan pendapatan. Sedangkan kurva bergeser ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan karena penurunan pendapatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan pendapatan dapat mengubah jumlah permintaan akan barang serta dapat menggeser kurva permintaan.


Kamis, 05 Januari 2012

kepemimpinan menurut islam

Kepemimpinan Dalam Islam
Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang paling tahu tentang hukum Ilahi. Setelah para imam atau khalifah tiada, kepemimpinan harus dipegang oleh para faqih yang memenuhi syarat-syarat syariat. Bila tak seorang pun faqih yang memenuhi syarat, harus dibentuk ‘majelis fukaha’.”
Sesungguhnya, dalam Islam, figur pemimpin ideal yang menjadi contoh dan suritauladan yang baik, bahkan menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan lil’alamin) adalah Muhammad Rasulullah Saw., sebagaimana dalam firman-Nya :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.
al-Ahzab [33]: 21).
Sebenarnya, setiap manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin terhadap seluruh metafisik dirinya. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kepemimpinannya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah Saw., yang maknanya sebagai berikut :
“Ingatlah! Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin bagi kehidupan rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah! Bahwa kalian adalah sebagai pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban
tentang kepemimpinannya,” (Al-Hadits).
Kemudian, dalam Islam seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF):
(1) Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya;
(2) Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi;
(3) Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;
(4) Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.
Selain itu, juga dikenal ciri pemimpin Islam dimana Nabi Saw pernah bersabda: “Pemimpin suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut.” Oleh sebab itu, pemimpin hendaklah ia melayani dan bukan dilayani, serta menolong orang lain untuk maju.
Dr. Hisham Yahya Altalib (1991 : 55), mengatakan ada beberapa ciri penting yang menggambarkan kepemimpinan Islam yaitu :
Pertama, Setia kepada Allah. Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat dengan kesetiaan kepada Allah;
Kedua, Tujuan Islam secara menyeluruh. Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi juga dalam ruang lingkup kepentingan Islam yang lebih luas;
Ketiga, Berpegang pada syariat dan akhlak Islam. Pemimpin terikat dengan peraturan Islam, dan boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang teguh pada perintah syariah.
Dalam mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam, khususnya ketika berurusan dengan golongan oposisi atau orang-orang yang tak sepaham;
Keempat, Pengemban amanat. Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah Swt., yang disertai oleh tanggung jawab yang besar. Al-Quran memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap yang baik kepada pengikut atau bawahannya.
Dalam Al-Quran Allah Swt berfirman :
“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. al-Hajj [22]:41).
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya prinsip-prinsip
dasar dalam kepemimpinan Islam yakni : Musyawarah; Keadilan; dan Kebebasan berfikir.
Secara ringkas penulis ingin mengemukakan bahwasanya pemimpin Islam bukanlah kepemimpinan tirani dan tanpa koordinasi. Tetapi ia mendasari dirinya dengan prinsip-prinsip Islam. Bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya secara obyektif dan dengan penuh rasa hormat, membuat keputusan seadil-adilnya, dan berjuang menciptakan kebebasan berfikir, pertukaran gagasan yang sehat dan bebas, saling kritik dan saling menasihati satu sama lain sedemikian rupa, sehingga para pengikut atau bawahan merasa senang mendiskusikan persoalan yang menjadi kepentingan dan tujuan bersama. Pemimpin Islam bertanggung jawab bukan hanya kepada pengikut atau bawahannya semata, tetapi yang jauh lebih penting adalah tanggung jawabnya kepada Allah Swt. selaku pengemban amanah kepemimpinan. Kemudian perlu dipahami bahwa seorang muslim diminta memberikan nasihat bila diperlukan, sebagaimana Hadits Nabi dari :Tamim bin Aws
meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“Agama adalah nasihat.” Kami berkata: “Kepada siapa?”
Beliau menjawab: “Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Pemimpin umat Islam dan kepada masyarakat kamu.”

blackberry VS android

Perbandingan Fitur Blackbbery dibanding Android:
  • Kelebihan Blackberry dibandingkan Smartphone dan PDA Phone yang paling utama adalah mengenai koneksi  yang dimiliki, meskipun digunakan secara terus menerus tanpa henti,  koneksi  yang standby terus menerus untuk melakukan push email, baterai blackberry dapat bertahan lama hingga 1 hari. rekan dapat bandingkan dengan smartphone atau pda phone yang mendapat perlakuan sama, pasti dalam beberapa jam saja sudah off.
  • Kelebihan utama yang lainnya adalah data compression technique di Blackberry yang sangat canggih dan tidak dimiliki oleh vendor lain, dimana email akan di-compress sedemikian mungkin sehingga besarnya menjadi kurang lebih sekitar 2 kb terkecuali jika kita mendownload attachment file. rekan dapat bandingkan dengan email yang didownload menggunakan smartphone atau pda besarnya kemungkinan diatas 2 kb (tergantung ukuran email), kenapa hal itu bisa terjadi? karena proses download menjadi lebih singkat, yang pertama karena size email yang kecil dan kedua adalah biaya per/kb lebih murah karena dengan quota terbatas, email yang didownload blackberry biasanya lebih banyak daripada email yang bisa didownload oleh PDA/smartphone yang lainnya.
  • Kelebihan lain adalah Data Loss Prevention yaitu apabila blackberry dinonaktifkan tanpa menggunakan battery selama beberapa minggu kemudian dihidupkan kembali, maka semua data saat yang ada ketika terakhir kita melepas battery akan tetap tersimpan dan tidak akan hilang.
  • Hal yang lainnya adalah mengenai security (keamananan) hal ini juga membuat Blackberry lebih unggul dengan mode encryption 128 bit sehingga kemungkinan data yang disadap juga menjadi lebih kecil selain itu semua aplikasi blackberry harus di-signed oleh RIM sehingga membuat blackberry lebih aman dari virus, spyware dan program perusak lainnya.
  • Mengenai Stability yang dimiliki Blackberry. Tidak seperti smartphone atau pda, apabila kapasitas RAM turun maka smartphone atau pda akan menjadi lebih lambat bahkan hang. Blackberry tidak akan mengelami hal yang sama walaupun free mem turun/overload, maka fungsi handset tetap seperti biasa.
  • Dan yang terakhir adalah configuration free. bagi rekan yang merasa bingung setting GPRS, MMS bahkan EMAIL? hal itu tidak berlaku di blackberry karena ketika blackberry on dan terkoneksi lewat BIS atau BES maka semua fungsi internet browsing, gprs, mms dan sebagainya akan langsung tersetting secara otomatis apapun operator yang rekan gunakan. Semuanya berlaku secara otomatis tanpa harus dilakukan konfigurasi ulang oleh user.
Perbandingan Fitur Android dibandingkan dengan Blackberry :
  • Android memiliki Multitasking, yaitu Android dapat menjalankan aplikasi secara bersamaan (multiple_, yang berarti rekan dapat melakukan browsing, chatting, dan mendengarkan lagu secara bersamaan.
  • Android memiliki Kemudahan dalam Notifikasi yaitu ketika rekan menerima SMS, Email bahkan artikel terbaru dari RSS Reader, akan selalu ada notifikasi (pemberitahuan) di Beranda Screen Ponsel Android rekan, tidak ketinggalan pula sebagai tanda notification tersebut, Lampu LED Indikator yang ada di ujung kanan ponsel android berkedip, sehingga rekan tidak akan terlewatkan satu SMS, Email ataupun Panggilan tidak terjawab.
  • Android memiliki Akses yang Mudah mengenai Ribuan Aplikasi Android melalui Google Android App Market yaitu hal ini akan sangat membantu rekan yang menyukai aplikasi ataupun games, melalui Google Android App Market rekan dapat mendownload berbagai aplikasi dan games dengan gratis. disana tersedia ribuan aplikasi  dan games yang siap untuk rekan download di ponsel Android yang rekan miliki.
  • Dapat menginstal ROM yang dimodifikasi hal ini berguna bagi rekan yang tidak nyaman dengan tampilan standar Android, rekan tidak perlu khawatir, karena ada banyak Costum ROM yang dapat rekan gunakan di ponsel Android.
  • Google Maniak hal ini sangat membantu anda sebagai pengguna Google yang aktif, mulai dari Gmail sampai Google Reader, ponsel Android telah terintegrasi dengan layanan Google, sehingga rekan dapat dengan cepat mengecek email dari gMail dan browsing melalui google.